
NARASITODAY.COM, BANGKOK – Papan skor di stadion menunjukkan angka 2-1 untuk kemenangan Indonesia atas Malaysia, Kamis (18/12/2025). Namun, di ruang ganti Timnas Futsal Indonesia, atmosfernya jauh dari pesta. Alih-alih bersorak, Evan Soumilena dan kawan-kawan justru tampak tertunduk lesu, sebuah pemandangan yang justru membuat sang pelatih, Hector Souto, merasa bangga.
Kemenangan tipis di laga ketiga SEA Games 2025 tersebut memang mengamankan tiga poin krusial, namun performa di lapangan dianggap belum mencapai standar “emas”. Dua gol yang dilesakkan Evan Soumilena dan Reza Gunawan di babak pertama gagal ditambah pada paruh kedua, bahkan gawang Indonesia sempat jebol akibat kelengahan mengantisipasi serangan balik Malaysia.
“Saya sangat senang di akhir pertandingan karena tim saya terlihat tidak puas dengan hasilnya, meskipun kami mendapatkan tiga poin, rasanya seperti kami kalah, inilah mentalitas yang ingin kami bangun,” ujar Hector Souto dengan tegas, dikutip dari laman resmi Federasi Futsal Indonesia.
Di atas lapangan, Indonesia sebenarnya tampil dominan dengan penguasaan bola yang meyakinkan. Namun, dominasi tersebut menyisakan celah yang menjadi catatan merah bagi Souto. Pelatih asal Spanyol itu menyoroti lemahnya transisi bertahan saat lawan melakukan counter attack serta efisiensi di depan gawang yang masih rendah.
“Kami mencoba bermain, mengontrol permainan, dan menciptakan situasi, kami memiliki beberapa peluang, meskipun tidak semuanya bisa kami selesaikan,” kata pelatih berusia 44 tahun tersebut. Souto menambahkan evaluasi bagi anak asuhnya: “Secara umum, kami punya lebih banyak kesempatan untuk mencetak gol.”
Mentalitas “merasa kalah” dalam kemenangan ini menjadi modal paling berharga sebelum menghadapi laga hidup-mati hari ini, Jumat (19/12/2025). Indonesia akan menantang “Raja Futsal” Asia Tenggara, Thailand, di Nonthaburi Stadium pukul 19.00 WIB.
Logikanya sederhana namun berat: kemenangan dengan skor berapapun akan membawa Indonesia meraih medali emas bersejarah berkat keunggulan head-to-head. Sebaliknya, hasil imbang atau kalah hanya akan menempatkan Garuda di posisi perak, mengingat Thailand saat ini memimpin klasemen dengan poin sempurna (sembilan poin).
Hingga hari ini, belum ada satu pun negara di Asia Tenggara yang mampu menggeser dominasi Thailand dari podium tertinggi futsal SEA Games. Tantangan ini dipandang Souto sebagai maraton, bukan lari cepat.
“Kami hanya memikirkan pertandingan demi pertandingan, kompetisi di turnamen ini sangat ketat, dan yang terpenting bagi kami adalah terus bersaing di setiap game,” tutup Souto, berusaha menjaga fokus para pemainnya agar tidak terbebani bayang-bayang sejarah.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













