BMKG Ungkap Alasan di Balik Gempa Bertubi-tubi di Bengkulu dan Imbauan untuk Warga

0
Gempa
Ilustrasi alat pendeteksi gempa. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BENGKULU – Akhir pekan warga di pesisir Bengkulu terusik oleh guncangan bumi yang cukup kuat pada Sabtu (27/12/2025) pagi.Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 5,8 menghentak wilayah Enggano pukul 08:10 WIB, saat sebagian masyarakat baru saja memulai aktivitas pagi mereka.

Meskipun guncangan terasa nyata dan sempat memicu kekhawatiran, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa aktivitas seismik ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Pusat gempa terdeteksi berada di laut pada koordinat 5,58 LS dan 102,22 BT dengan kedalaman dangkal, yakni 18 km. Di Pulau Enggano, getaran dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Warga merasakan meja dan jendela bergetar, sebuah sensasi yang digambarkan layaknya ada truk bermuatan berat yang melintas tepat di depan rumah.

Baca Juga :  PB Pertacami Kirim Tujuh Atlet ke Kejuaraan MMA Asia Remaja 2025 di Bahrain

Efek guncangan tidak hanya berhenti di pulau terluar tersebut. Getaran skala II-III MMI juga merambat hingga ke Kaur, Kota Bengkulu, hingga menyeberang ke Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan pengingat akan aktifnya zona pertemuan lempeng di barat Sumatra. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa ini dipicu oleh patahan naik pada zona subduksi.

Baca Juga :  Iran Eksekusi Warga Ganda Terkait Tuduhan Spionase untuk Mossad, Swedia Protes

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/12/2025).

Ketenangan warga kembali diuji dua jam setelah guncangan pertama. Pada pukul 10:00 WIB, bumi kembali bergetar akibat gempa susulan berkekuatan M 4,8 yang berpusat di 32 km Tenggara Enggano dengan kedalaman 32 km.

Baca Juga :  Bersatu Tolak Penamaan Ruko Pangeran Sake, Warga dan Tokoh Masyarakat Tekankan Etika dan Hormat

Meskipun kekuatannya lebih kecil, gempa susulan ini tetap dirasakan dengan intensitas II-III MMI, membuat warga tetap waspada terhadap potensi kerusakan bangunan yang sudah terdampak guncangan pertama. BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan lainnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com