Kemenag Dorong Pernikahan Berkualitas, Bukan Sekadar Angka, di Tahun 2026 Mendatang

0
Pernikahan
Ilustrasi buku nikah.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kabar gembira menyeruak dari balik meja pencatatan sipil di pengujung tahun. Setelah tiga tahun berturut-turut Indonesia dibayangi tren penurunan angka pernikahan, tahun 2025 menjadi titik balik di mana optimisme generasi muda untuk membangun rumah tangga kembali bersemi.

Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian Agama hingga Rabu (31/12/2025) pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 1.479.533 peristiwa nikah secara nasional. Angka ini mengalami kenaikan tipis sebanyak 1.231 pernikahan dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 1.478.302.

Meski kenaikannya tidak melonjak tajam, angka ini memiliki makna simbolis yang kuat. Sejak tahun 2022, grafik pernikahan di Indonesia terus merosot, mulai dari 1,7 juta lalu jatuh ke angka 1,5 juta pada 2023, hingga menyentuh titik terendah 1,47 juta pada tahun lalu.

Baca Juga :  Kesehatan Tubuh Secara Alami Dengan Tumbuhan Kumis Kucing

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menilai data ini sebagai sinyal positif di tengah dinamika sosial ekonomi masyarakat yang kian kompleks.

“Sepanjang 2025, data SIMKAH mencatat jumlah pernikahan lebih tinggi dibandingkan 2024. Datanya masih terus bergerak, tetapi dapat dikatakan ini menjadi indikasi awal bahwa tren penurunan yang terjadi sejak 2022 mulai berhenti,” ujar Abu dalam keterangannya, Rabu (31/12).

Bangkitnya angka pernikahan ini tidak terjadi begitu saja. Ada narasi besar tentang transformasi layanan yang dilakukan pemerintah. Kemenag kini menghadirkan wajah baru pencatatan nikah yang lebih modern melalui digitalisasi SIMKAH dan kampanye edukatif bertajuk Gerakan Sadar (GAS) Pencatatan Nikah.

Kepastian hukum dan kemudahan akses dianggap menjadi “magnet” bagi pasangan muda untuk meresmikan ikatan mereka di mata negara.

Baca Juga :  Kolaborasi PORDI dan HGI Dorong Domino ke Panggung Internasional

“Penguatan layanan nikah berbasis digital melalui SIMKAH memberikan kepastian layanan, kemudahan akses, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pencatatan pernikahan secara resmi,” tambah Abu.

Tak hanya soal dokumen, Kemenag juga menyentuh sisi emosional dan kesiapan mental pasangan melalui berbagai program unik. Mulai dari Sakinah Family Run yang santai hingga bimbingan khusus bagi remaja. Sepanjang 2025, sebanyak 1,2 juta calon pengantin telah mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin), sebuah angka yang mencerminkan kesadaran tinggi akan pentingnya bekal sebelum naik pelaminan.

Optimisme yang kembali pulih di kalangan anak muda juga disebut sebagai faktor pendukung. Situasi sosial yang lebih stabil membuat banyak pasangan berani mengambil keputusan besar untuk menikah. Namun, pemerintah menegaskan bahwa target utama bukanlah sekadar mengejar statistik.

Baca Juga :  Polsek Parung Turun Tangan Sikapi Laporan Aktivitas Ilegal Penyuntikan Ulang Gas Subsidi

Abu Rokhmad menekankan bahwa kualitas dari setiap janji suci yang diucapkan jauh lebih berharga daripada jumlah buku nikah yang diterbitkan.

“Situasi sosial yang relatif lebih stabil membentuk optimisme, terutama di kalangan generasi muda, untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Namun yang terpenting bukan sekadar angka, melainkan bagaimana pernikahan dijalani secara sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya tren penurunan ini, tahun 2026 diharapkan menjadi lembaran baru bagi penguatan ketahanan keluarga di Indonesia, di mana setiap pernikahan tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com