
NARASITODAY.COM, BATANG TORU – Di saat kembang api menghiasi langit kota-kota besar, Presiden Prabowo Subianto memilih menghabiskan malam pergantian tahun 2026 di sebuah tenda sederhana di Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan. Di desa yang masih terluka akibat terjangan bencana ini, Presiden membawa pesan duka sekaligus harapan baru bagi masyarakat Sumatra Utara.
Kehadiran orang nomor satu di Indonesia pada Kamis (1/1/2026) ini menjadi pemandangan yang menyentuh bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Di hadapan para pengungsi, Prabowo menyampaikan bela sungkawa mendalam dan berjanji bahwa pemerintah tidak akan membiarkan mereka berjuang sendirian di atas reruntuhan.
Sentuhan emosional terasa saat Prabowo menegaskan komitmennya untuk segera memulai proses rekonstruksi. Baginya, pemulihan fisik rumah warga adalah prioritas utama agar masyarakat bisa kembali menata hidup di tahun yang baru ini.
“Kita sudah bertekad untuk segera membangun rumah-rumah untuk mengganti rumah-rumah saudara yang hilang yang rusak kita bantu,” kata Prabowo dengan nada tegas.
Presiden mengaku optimistis melihat kecepatan kerja jajaran pemerintah di lapangan. Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada personel TNI-Polri, BNPB, serta Kementerian PU yang telah berjaga dan bekerja di lokasi bencana selama lebih dari satu bulan tanpa jeda.
Namun, di balik pesan kemanusiaan tersebut, Prabowo juga menyelipkan peringatan keras. Ia menyoroti bahwa bencana seringkali tidak lepas dari tangan-tangan yang mengabaikan kelestarian alam. Sambil berdiri di lokasi terdampak, ia memberikan mandat tegas kepada jajarannya untuk menindak perusahaan-perusahaan nakal.
“Kita akan bertindak tegas semua perusahaan semua pihak yang melanggar akan kita tertibkan, semuanya yang tidak patuh kepada hukum dan UU akan kita cabut, kita tidak akan ragu-ragu bertindak. Kepentingan negara dan terutama kepentingan rakyat kita,” tegas Prabowo.
Kunjungan kerja di awal tahun ini juga menunjukkan soliditas kabinet dalam menangani krisis. Nampak hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Menlu Sugiono, serta Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution.
Kehadiran para menteri strategis ini diharapkan dapat mempercepat birokrasi pembangunan infrastruktur yang rusak sehingga warga Desa Batu Hula tidak perlu berlama-lama berada di pengungsian. Prabowo pun menutup kunjungannya dengan meminta masyarakat tetap menjaga semangat dan optimisme dalam menghadapi cobaan alam yang terjadi.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













