NARASITODAY.COM, MADRID – Ruang ganti Real Madrid tengah diuji oleh takdir yang kurang beruntung di awal tahun 2026. Cedera lutut kiri yang membekap sang megabintang, Kylian Mbappe, pada pengujung 2025 lalu kini meninggalkan lubang besar di lini depan Los Blancos. Di tengah absennya sang juru gedor utama, publik mulai mempertanyakan keputusan berani klub melepas talenta muda, Endrick, ke Prancis.
Mbappe diprediksi harus menepi selama tiga pekan, sebuah masa krusial yang memaksa pelatih Xabi Alonso memutar otak demi menjaga ketajaman serangan timnya.
Dengan absennya Mbappe, pilihan murni untuk posisi “nomor sembilan” kini praktis hanya menyisakan nama pemain muda Gonzalo Garcia. Meski Alonso masih memiliki opsi fleksibel seperti Vinicius Junior dan Rodrygo Goes yang sesekali bisa digeser ke tengah, perginya Endrick ke Olympique Lyon dengan status pinjaman tetap memicu perdebatan panas di kalangan Madridista.
Namun, di tengah tekanan opini publik, Xabi Alonso tetap tegak pada pendiriannya. Baginya, strategi klub tidak boleh goyah hanya karena situasi darurat jangka pendek.
“Kami harus fokus tidak hanya ke jangka pendek, tapi juga jangka menengah dan kapan negosiasinya berlangsung,” ujar Alonso seperti dilansir dari Football Espana.
Alonso menegaskan bahwa keputusan meminjamkan pemain berusia 19 tahun itu sudah melalui pertimbangan matang yang tidak bisa diganggu gugat lagi.
“Keputusannya sudah diambil dan tidak bisa ditarik kembali. Kami akan menghadapi Piala Super Spanyol dengan keyakinan besar kepada pemain-pemain yang kami miliki,” tegas pelatih asal Spanyol tersebut.
Bagi Alonso, membiarkan Endrick mencicipi kerasnya kompetisi Liga Prancis adalah bagian dari rencana besar evolusi sang pemain. Ia melihat pengalaman bermain reguler di Lyon jauh lebih berharga daripada sekadar menjadi pelapis darurat di Santiago Bernabeu.
“Endrick, di titik ini dalam kariernya, perlu bermain, dan saya paham kenapa dia mengambil keputusan itu dan kenapa klub menginvestasikan perkembangan dan pengalamannya di liga seperti Liga Prancis. Real Madrid bekerja dengan baik soal pemain yang meninggalkan tim untuk berkembang dan kemudian kembali,” jelas Alonso.
Kini, ujian sesungguhnya bagi Alonso dan skuatnya akan tersaji di ajang Piala Super Spanyol. Tanpa Mbappe dan tanpa Endrick, Real Madrid harus membuktikan bahwa sistem permainan mereka jauh lebih besar daripada sekadar nama-nama individu di lini serang.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













