Penghormatan Kenegaraan untuk 32 Warga Kuba yang Tewas di Operasi AS

0
Kuba
Ilustrasi bendera kuba. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, HAVANA – Langit Caracas masih berselimut debu mesiu saat Pemerintah Kuba mengonfirmasi kabar duka dari tanah Venezuela. Sebanyak 32 warga negara Kuba dilaporkan tewas dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu lalu.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (5/1/2026), Havana mengungkapkan bahwa sebagian besar korban merupakan tim pengamanan Maduro. Mereka gugur saat menjalankan misi resmi atas nama Angkatan Bersenjata Kuba dan Kementerian Dalam Negeri di tengah gempuran pasukan Negeri Paman Sam.

Suasana heroik sekaligus mencekam tergambar dalam rilis resmi pemerintah yang diunggah melalui akun Facebook mereka. Kuba menegaskan bahwa para personelnya tidak menyerah begitu saja saat menghadapi serangan langsung maupun pemboman udara.

Baca Juga :  Donald Trump Mengumumkan Pemecatan Jenderal CQ Brown dan Lima Pejabat Militer

“Setia pada tanggung jawab mereka dalam bidang keamanan dan pertahanan, rekan-rekan sebangsa kami memenuhi tugas mereka dengan bermartabat dan heroik dan gugur, setelah perlawanan sengit, dalam pertempuran langsung melawan para penyerang atau sebagai akibat dari pemboman fasilitas,” tulis pernyataan tersebut sebagaimana dikutip dari CNBC International.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, pemerintah Kuba menyatakan akan “memberikan penghormatan kenegaraan kepada para korban tewas.” Kuba juga tidak menahan diri untuk mengecam keras operasi militer ini sebagai “tindakan agresi kriminal dan terorisme negara.”

Baca Juga :  NATO Aktifkan Mode Perlawanan Saat Amerika Serikat Mengklaim Rebut Wilayahnya dari Ancaman Eksternal

Operasi kilat ini merupakan puncak dari ketegangan berminggu-minggu setelah Presiden Donald Trump meningkatkan kekuatan militer di Karibia dengan dalih “perang terhadap narkoba”. Kini, setelah Maduro ditangkap dan dibawa ke New York, Trump mengisyaratkan kendali penuh atas negeri kaya minyak tersebut.

Trump menyatakan bahwa AS akan “mengelola” Venezuela serta sumber daya minyaknya hingga situasi dianggap stabil.

“Sampai saatnya kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujar Trump.

Baca Juga :  Musim Penghujan, Satu Orang Warga Desa Petir Kena DBD

Namun, kemenangan militer ini menyisakan luka dalam di masyarakat sipil. Laporan terbaru menyebutkan total korban tewas mencapai 80 orang, mencakup personel militer hingga warga setempat.

Mengutip New York Times, pemukiman di Catia La Mar daerah pesisir dekat bandara Caracas yang biasanya riuh dengan deburan ombak kini berubah menjadi lokasi duka. Sejumlah warga sipil dilaporkan tewas di sana, meski rincian mengenai identitas dan kewarganegaraan para korban sipil tersebut masih belum teridentifikasi sepenuhnya di tengah kekacauan pasca-serangan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com