Warga Pulau Siau Berjuang Melawan Banjir dan Material Berat, Upaya Pencarian Korban Masih Dilakukan

0
Pulau Siau
Banjir bandang menerjang Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Senin (5/1/2026) dini hari, akibat hujan deras selama lima jam.Foto : gawai.co

NARASITODAY.COM, SITARO – Keheningan dini hari di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, berubah menjadi kengerian ketika banjir bandang meluluhlantakkan permukiman warga, Senin (5/1/2026). Hujan deras yang mengguyur selama lima jam tanpa henti memicu aliran air bah bercampur material batu, tanah, dan kayu, menyapu apa pun yang berdiri di jalurnya.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Sulawesi Utara. Data terbaru mencatat sedikitnya 14 orang meninggal dunia akibat bencana alam tersebut.

Upaya evakuasi terus dilakukan di bawah cuaca yang masih tidak menentu. Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf Daniel E.S. Lalawi menyampaikan bahwa selain korban jiwa, masih ada korban lain yang tengah diperjuangkan keselamatannya.

Baca Juga :  Polisi dan Warga Koordinasi Soal Polisi Tidur Bermasalah di Depok

“Sebanyak 25 orang lainnya mengalami luka-luka, serta satu orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian,” kata Daniel di Manado, sebagaimana dikutip dari Antara.

Dahsyatnya terjangan banjir terlihat dari kerusakan infrastruktur yang tersisa. Sebanyak 64 unit rumah rusak berat, sementara 21 rumah lainnya dilaporkan hilang sama sekali, terseret arus hingga tak berbekas. Akses jalan utama kini lumpuh total, tertutup tumpukan material tanah dan kayu yang membuat Pulau Siau seolah terisolasi dari kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kodam XIII/Merdeka telah mengerahkan dua peleton personel untuk menembus lokasi bencana. Mengingat medan yang sulit, pergeseran personel dilakukan melalui jalur laut menggunakan Kapal Feri Lokon Banua.

Baca Juga :  Bencana Banjir dan Longsor di Sukabumi, Warga Terdampak Butuh Bantuan Darurat

“Kodam XIII/Merdeka melalui Dandim 1301/Sangihe telah memerintahkan Danramil 1301-02/Siau beserta personel untuk terjun langsung ke lokasi terdampak guna membantu proses pencarian, evakuasi korban, serta penanganan darurat bersama unsur Polri dan pemerintah daerah,” tegas Daniel.

Di sisi lain, sebanyak 108 jiwa dari 35 kepala keluarga kini menggantungkan hidup di pengungsian. Menanggapi kondisi ini, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus langsung menginstruksikan pengiriman bantuan logistik skala besar, mulai dari alat berat hingga kebutuhan krusial untuk bayi dan lansia.

Baca Juga :  Bocah yang Viral Minta Makan di Sambangi Polrestro Depok, Ini Tujuannya

Gubernur Yulius memastikan bahwa pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam melihat penderitaan warganya di Kepulauan Sitaro.

“Pemprov Sulut akan hadir dan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat terdampak, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana,” ujar Yulius.

Hingga saat ini, kerja sama antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Sitaro, dan masyarakat setempat masih terus berlanjut di lapangan. Di tengah sisa-sisa material banjir, mereka berpacu dengan waktu untuk menemukan satu korban yang masih hilang dan memulihkan kembali denyut nadi kehidupan di Pulau Siau.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com