Super Flu H3N2 Sudah Ada di Indonesia, Bogor Aman?

0
Virus
Ilustrasi Virus. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BOGORKementerian Kesehatan RI memastikan virus influenza A (H3N2) sub-clade K yang belakangan ramai disebut super flu sudah terdeteksi di Indonesia. Total ada 62 kasus yang tersebar di sejumlah provinsi, termasuk Jawa Barat.

Lantas, apakah Kabupaten Bogor ikut terdampak?. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk memastikan ada atau tidaknya kasus super flu yang berasal dari wilayah Kabupaten Bogor.

“Terkait data 62 kasus yang dirilis Kemenkes, kami masih koordinasi dengan Dinkes Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui apakah ada kasus dari Kabupaten Bogor,” ujar dr. Fusia sebagai mana dilansir dari Aktualita.co.id, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga :  Kolaborasi TNI, Polri, dan Pemda Bogor Diperkuat Melalui Kunjungan Pasis Dikreg LXVII

Menurutnya, hingga saat ini Dinkes Provinsi Jawa Barat juga belum menerima data By Name By Address (BNBA) dari Kementerian Kesehatan RI terkait pasien yang terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut.

“Sampai sekarang, data BNBA kasus super flu dari Kemenkes memang belum kami terima,” jelasnya.

Meski begitu, dr. Fusia menegaskan masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Berdasarkan Surat Edaran Kemenkes RI, serta hasil kajian WHO dan epidemiologi nasional, belum ditemukan bukti bahwa varian influenza A (H3N2) sub-clade K ini menyebabkan penyakit yang lebih berat dibandingkan flu musiman pada umumnya. Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.

Baca Juga :  Natal 2025 Jadi Momen Refleksi dan Rasa Syukur bagi Gisella Anastasia

“Pencegahan tetap penting. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rajin cuci tangan pakai sabun, jaga kebersihan lingkungan, cukup istirahat, dan konsumsi makanan bergizi,” kata dr. Fusia.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker, terutama saat sedang sakit atau berada di tempat ramai. Etika batuk dan bersin juga jangan diabaikan agar tidak menularkan ke orang lain.

“Kalau lagi flu, sebaiknya istirahat di rumah dulu. Kalau gejalanya nggak membaik atau malah makin parah, segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit. Vaksin influenza juga masih dianjurkan, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta,” katanya.

Baca Juga :  Ribuan PPPK Dilantik, PJ Bupati Bogor Berpesan Begini 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan bahwa virus influenza A (H3N2) sub-clade K terdeteksi di Indonesia berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) yang rampung pada 25 Desember 2025.

Varian ini diketahui sudah beredar sejak Agustus 2025, berdasarkan laporan dari 88 sentinel ILI-SARI di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari puskesmas, Balai Kesehatan Kerja (BKK), hingga rumah sakit.

Dari total 62 kasus yang tercatat, kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Mayoritas pasien adalah perempuan, dengan rentang usia terbanyak berada di kelompok 1 hingga 10 tahun.***

Wartawan : Andreas