
NARASITODAY.COM, SAN JOSE – Gemuruh di SAP Center, California, pada Rabu (7/1/2026) malam bukan hanya dipicu oleh kemenangan telak San Jose Sharks 5-2 atas Columbus Blue Jackets. Di balik papan skor yang mencolok, sebuah tradisi kuno nan brutal kembali tersaji di tengah lapangan, menyedot perhatian jutaan pasang mata di media sosial.
Satu menit menjelang akhir periode kedua, tensi pertandingan memuncak. Pemain sayap Sharks, Ryan Reaves (38), dan penyerang Blue Jackets, Mathieu Olivier (28), tiba-masing melepaskan sarung tangan mereka sebuah gestur universal dalam hoki es Amerika Utara yang menandakan dimulainya duel satu lawan satu.
Kedua pemain bertukar bogem mentah selama hampir sepuluh detik di dekat garis tengah lapangan. Layaknya ring tinju, es yang licin menjadi saksi saat Olivier mendaratkan satu pukulan telak yang membuat Reaves terjatuh. Sesuai prosedur, wasit segera melerai begitu salah satu pemain menyentuh es, dan keduanya digiring menuju kotak penalti untuk menjalani hukuman lima menit.
Video perkelahian ini segera wara-wiri di lini masa. Para penggemar menyebutnya sebagai salah satu baku hantam paling sportif tahun ini, menyamakannya dengan duel petinju papan atas yang penuh teknik dan nyali.
Apa yang terjadi antara Reaves dan Olivier bukanlah sekadar emosi sesaat, melainkan penerapan dari The Code. Ini adalah aturan tak tertulis yang telah berurat akar dalam sejarah NHL sejak abad ke-19. Dalam budaya hoki es Amerika Serikat dan Kanada, perkelahian diizinkan sebagai cara bagi para pemain untuk menyelesaikan perselisihan atau melindungi rekan setim secara “terhormat” di lapangan.
Berbeda dengan liga-liga di Eropa yang menjatuhkan sanksi berat bagi kekerasan, NHL memberikan ruang bagi para pemain untuk menjadi penengah atas masalah mereka sendiri melalui duel satu lawan satu yang terkontrol.
Sentuhan emosional justru terlihat setelah badai baku hantam itu reda. Meski baru saja saling pukul, semangat sportivitas yang dijunjung The Code melunturkan dendam di antara keduanya.
Pemandangan unik tertangkap kamera saat Reaves dan Olivier menjalani hukuman bersama di kotak penalti. Alih-alih saling lempar tatapan tajam, kedua petarung ini justru tampak berbincang akrab dan tertawa, seolah perkelahian tadi hanyalah bagian dari profesionalisme pekerjaan mereka.
The Code membuktikan bahwa di balik kekerasan fisik yang ditampilkan, terdapat rasa hormat yang mendalam antar pemain. Mereka boleh saja saling hantam demi martabat tim, namun begitu peluit wasit berbunyi dan kaki menyentuh bangku penalti, mereka tetaplah kawan seprofesi yang menjaga keunikan tradisi hoki es dunia.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













