Spekulasi ini menarik perhatian media Korea Selatan, yang kemudian langsung mengonfirmasi kabar tersebut kepada Shin Tae-yong. Namun, pelatih berusia 53 tahun itu membantah keras adanya pendekatan dari Asosiasi Sepak Bola China (CFA).
“Saya tidak tahu mengapa Anda terus mengungkit isu ini. Tidak ada tawaran dari Asosiasi Sepakbola China untuk menjadi pelatih kepala,” ujar Shin Tae-yong kepada media Korea Selatan, News1.
Meski membantah adanya tawaran saat ini, mantan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu tak menutup kemungkinan jika peluang itu benar-benar datang.
“Jika China mengajukan tawaran, apa yang perlu saya khawatirkan? Saya bisa saja pergi andai mendapat tawaran. Tim nasional China jelas merupakan posisi yang menarik,” sambungnya.
Shin Tae-yong diketahui mulai menangani Timnas Indonesia sejak akhir Desember 2019 dan terakhir memperpanjang kontraknya pada Januari 2025. Saat pertama kali ditunjuk oleh PSSI, ia sebenarnya juga diminati oleh salah satu klub Liga China, Shenzhen FC. Namun, ia kala itu memilih untuk menerima proyek jangka panjang bersama skuad Garuda.
“Shenzen FC meminta saya bekerja padahal mereka masih punya pelatih. Akhirnya, saya menerima tawaran untuk melatih timnas Indonesia,” ungkap Shin Tae-yong dalam pernyataan sebelumnya.
Saat ini, masa depan Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia masih menjadi perhatian publik, terutama di tengah performa positif skuad Garuda dan ketertarikan sejumlah pihak terhadap jasanya.***