NARASITODAY.COM, JENEWA – Nestlé melakukan penarikan (recall) produk susu formula bayi secara global di 49 negara setelah merek SMA, BEBA, dan NAN diduga terkontaminasi zat beracun cereulide, racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus. Zat ini dapat memicu gejala mual, muntah hebat, hingga diare berair.
Penarikan ini pertama kali dilakukan sejak Desember lalu dan mencakup pasar di Eropa, Turki, hingga Argentina. Meski demikian, Nestlé menegaskan tidak ada produk susu formula bayi mereka di Amerika Serikat yang ditarik terkait dugaan kontaminasi.
“Keamanan pangan dan kesehatan seluruh bayi selalu menjadi prioritas utama kami,” kata Nestlé dalam pernyataan resminya. “Kami memahami kabar ini dapat menimbulkan kekhawatiran. Karena itu, kami berkomitmen memberikan informasi yang jelas, transparan, serta dukungan bagi para orang tua dan pengasuh selama proses ini,” tambah manajemen.
Produk yang Ditarik
Menurut Reuters, produk yang ditarik berbeda-beda di setiap negara, namun sebagian besar adalah susu formula bayi merek SMA, BEBA, dan NAN. Nestlé menyatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap minyak arachidonic acid (ARA) dan campuran minyak lain yang digunakan dalam formula, serta mengaktifkan pemasok alternatif untuk bahan tersebut.
Gejala Paparan Racun Cereulide
Menurut Cleveland Clinic, bayi yang mengonsumsi produk terkontaminasi dapat mengalami:
- Nyeri perut
- Kram perut
- Diare berair
- Mual
- Muntah
Negara dan Wilayah Terdampak
Penarikan ini mencakup hampir seluruh benua:
- Eropa: Austria, Belgia, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Makedonia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Türkiye, Inggris, Ukraina.
- Amerika: Argentina, Brasil, Chile, Meksiko, Paraguay, Peru, Uruguay.
- Asia & Oseania: Australia, China Daratan (termasuk penjualan lintas negara/CBEC), Hong Kong, Selandia Baru, Filipina.
- Timur Tengah & Afrika Utara: Bahrain, Mesir, Iran, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA).
Kasus ini menyoroti betapa rapuhnya rantai pasokan pangan global, terutama untuk produk sensitif seperti susu formula bayi. Di tengah kekhawatiran orang tua, Nestlé berusaha menegaskan komitmennya terhadap keamanan dengan menyampaikan pesan transparansi. Namun, bagi banyak keluarga, kabar ini menjadi pengingat bahwa produk yang sehari-hari dipercaya bisa saja menghadapi risiko tak terduga.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














