NARASITODAY.COM, JAKARTA – Darah mungkin terdengar bukan sesuatu yang lazim untuk dikonsumsi, tetapi bagi sejumlah hewan, cairan ini justru menjadi sumber nutrisi yang kaya protein dan lemak. Di alam, ada beberapa spesies yang berevolusi dengan kemampuan khusus untuk mengisap darah, baik dari hewan lain maupun manusia.
Beberapa hewan pengisap darah yang paling sering ditemui antara lain nyamuk, pinjal, kutu, hingga lintah. Nyamuk, misalnya, memanfaatkan darah manusia untuk membantu proses reproduksi, namun di sisi lain juga dikenal sebagai pembawa penyakit berbahaya seperti malaria dan demam berdarah. Pinjal dan kutu pun tak kalah berisiko karena dapat menularkan penyakit serius melalui gigitannya.
Tak hanya serangga, ada pula hewan lain seperti ikan candiru di Sungai Amazon yang dikenal mengisap darah, meski kasus pada manusia tergolong jarang. Sementara itu, kelelawar vampir menjadi satu-satunya mamalia yang benar-benar bergantung pada darah sebagai sumber makanan utamanya.
Meski kerap dianggap menakutkan dan berbahaya, keberadaan hewan-hewan ini tetap memiliki peran dalam keseimbangan ekosistem. Beberapa di antaranya membantu proses penyerbukan atau menjadi bagian dari rantai makanan alami. Karena itu, langkah terbaik yang bisa dilakukan manusia adalah tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, dan melindungi diri dari potensi gigitan atau serangan. (MG3)Â
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com














