
NARASITODAY.COM, JAKARTA – Peristiwa Isra Miraj menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang terus diperingati umat Muslim setiap tahunnya. Perjalanan agung Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya memiliki makna historis, tetapi juga menyimpan banyak pelajaran spiritual yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Isra Miraj merupakan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, lalu dilanjutkan naik ke langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha. Dalam peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu, yang hingga kini menjadi kewajiban utama umat Islam.
Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, di masa yang penuh ujian bagi Rasulullah SAW. Karena itu, Isra Miraj kerap dimaknai sebagai bentuk penguatan iman dan penghiburan dari Allah SWT di tengah kesulitan.
Salah satu makna penting dari Isra Miraj adalah ajakan untuk menjaga kebersihan hati. Dalam kisahnya, dada Nabi Muhammad SAW dibersihkan oleh Malaikat Jibril dengan air zamzam, yang menjadi simbol bahwa hati merupakan pusat keimanan dan ketakwaan. Umat Muslim diajak untuk menjauhkan hati dari sifat negatif seperti iri, dengki, dan sombong, serta menggantinya dengan keikhlasan dan kelapangan dada.
Isra Miraj juga mengajarkan tentang keimanan terhadap kuasa Allah SWT. Perjalanan yang terjadi hanya dalam satu malam ini melampaui batas logika manusia, namun menjadi bukti kebesaran Allah yang tidak terbatas. Peristiwa ini mengingatkan umat Muslim untuk senantiasa percaya dan berserah diri atas segala ketentuan-Nya.
Selain itu, Isra Miraj menjadi pengingat agar manusia tidak selalu berorientasi pada urusan duniawi. Perjalanan Rasulullah SAW menuju langit tertinggi menunjukkan bahwa kehidupan tidak hanya soal materi, tetapi juga tentang perjalanan spiritual dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
Makna lainnya adalah pentingnya sikap sabar dan tawakal. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW dipertemukan dengan nabi-nabi terdahulu yang juga mengalami berbagai ujian. Hal ini menjadi pengingat bahwa jalan kebaikan kerap diiringi tantangan, sehingga dibutuhkan kesabaran dan kepercayaan penuh kepada Allah SWT.
Puncak dari peristiwa Isra Miraj adalah perintah salat lima waktu. Salat menjadi bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Tuhan, sekaligus fondasi utama dalam menjaga keseimbangan spiritual umat Muslim di tengah dinamika kehidupan.
Melalui peringatan Isra Miraj, umat Islam diharapkan tidak hanya mengenang peristiwanya, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman hidup, terutama dalam memperkuat iman dan memperbaiki kualitas ibadah. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com













