NARASITODAY.COM – Masa pencarian jati diri merupakan fase penting dalam tumbuh kembang anak, terutama saat memasuki usia remaja. Pada tahap ini, anak mulai mempertanyakan nilai, minat, hingga identitas dirinya. Peran orangtua menjadi kunci agar proses tersebut berjalan sehat, tanpa tekanan maupun konflik berkepanjangan.
Psikolog anak dan keluarga menilai, sikap orangtua yang tepat dapat membuat anak merasa aman, diterima, dan percaya diri dalam mengenal dirinya sendiri. Berikut lima sikap orangtua yang terbukti membuat anak nyaman saat mencari jati diri.
- Mau Mendengar Tanpa Menghakimi
Sikap paling mendasar adalah kesediaan orangtua untuk mendengar. Anak membutuhkan ruang untuk bercerita tanpa takut disalahkan atau diremehkan. Ketika orangtua menahan diri dari komentar menghakimi, anak akan lebih terbuka menyampaikan isi hati, termasuk kegelisahan dan kebingungannya.
- Menghargai Pendapat dan Pilihan Anak
Dalam proses mencari jati diri, anak kerap mencoba hal-hal baru, mulai dari gaya berpakaian, hobi, hingga pandangan hidup. Orangtua yang menghargai pilihan anak selama tidak membahayakan membantu menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab atas keputusan yang diambil.
- Memberi Batasan yang Jelas tapi Fleksibel
Kebebasan tanpa batas dapat membuat anak kehilangan arah, sementara aturan yang terlalu ketat justru memicu pemberontakan. Orangtua perlu menetapkan batasan yang jelas, disertai alasan yang logis. Fleksibilitas dalam aturan menunjukkan bahwa orangtua percaya dan menghormati proses belajar anak.
- Menjadi Contoh, Bukan Sekadar Penuntut
Anak belajar lebih banyak dari apa yang dilihat dibandingkan apa yang didengar. Orangtua yang konsisten antara ucapan dan tindakan memberikan teladan positif. Sikap terbuka, jujur, dan bertanggung jawab yang ditunjukkan orangtua akan menjadi referensi anak dalam membentuk identitas dirinya.
- Menunjukkan Kasih Sayang Tanpa Syarat
Anak perlu tahu bahwa ia dicintai apa adanya, bukan karena prestasi atau kepatuhan semata. Kasih sayang tanpa syarat membuat anak merasa aman untuk gagal, mencoba lagi, dan mengenal dirinya lebih dalam. Rasa aman inilah yang menjadi fondasi kuat dalam pembentukan jati diri yang sehat.
Mencari jati diri adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika. Dengan sikap yang suportif, terbuka, dan penuh empati, orangtua dapat menjadi tempat pulang yang aman bagi anak. Kenyamanan yang diberikan keluarga akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang utuh, percaya diri, dan berdaya menghadapi masa depan.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com













