NARASITODAY.COM, SYDNEY – Keindahan pesisir timur Australia berubah mencekam akhir pekan ini. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak Sabtu telah memaksa puluhan warga dan wisatawan di Sydney melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi setelah banjir bandang mengepung pemukiman mereka.
Hingga Minggu (18/1/2026), otoritas New South Wales (NSW) melaporkan sedikitnya 20 orang berhasil dievakuasi dari jebakan banjir. Di wilayah utara Sydney, tepatnya di pinggiran Narrabeen yang berkontur dataran rendah, tim penyelamat bekerja ekstra keras mengevakuasi warga sejak Sabtu malam guna menghindari risiko banjir yang lebih berbahaya.
Cuaca ekstrem ini memicu gelombang panggilan bantuan. Tim darurat mencatat telah menanggapi lebih dari 1.400 insiden di seluruh negara bagian. Mayoritas aksi penyelamatan dramatis dilakukan terhadap pengendara yang nekat menerjang genangan air tinggi di jalan-jalan utama.
Asisten Komisaris Layanan Darurat Negara Bagian (SES), Sonya Oyston, menegaskan bahwa situasi di lapangan masih sangat dinamis karena banyaknya akses yang terputus.
“Terjadi banyak banjir bandang yang menyebabkan penutupan jalan, dan kami memperkirakan beberapa jalan mungkin akan tetap ditutup untuk beberapa waktu,” ujar Oyston dalam pernyataan resminya.
Intensitas hujan di Sydney bagian utara tercatat mencapai 72,4 mm hanya dalam kurun waktu dua jam pada Minggu pagi. Kondisi ini membuat badan prakiraan cuaca nasional mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan badai petir lebih lanjut yang bergerak ke arah selatan Sydney.
Di balik kerusakan infrastruktur, cuaca buruk ini juga telah merenggut nyawa. Pada Sabtu, seorang wanita dilaporkan tewas setelah tertimpa dahan pohon yang tumbang di dekat Wollongong, sekitar 66 km selatan Sydney. Insiden tragis ini menjadi pengingat bagi warga akan keganasan cuaca yang tengah melanda.
Hingga saat ini, petugas layanan darurat masih bersiaga di titik-titik rawan. Warga diminta untuk tetap memantau peringatan cuaca dan tidak meremehkan ketinggian air di jalanan.
Melihat curah hujan yang mencapai 2,8 inci dalam waktu singkat, otoritas memperingatkan bahwa ancaman belum sepenuhnya berlalu. Sydney kini tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan keselamatan warganya di tengah kepungan air.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














