Ilmuwan Temukan Gula Rendah Kalori yang Tetap Manis Tanpa Picu Lonjakan Insulin

0
foto : freepik

NARASITODAY.COM, JAKARTA  – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi gula, para ilmuwan kembali menghadirkan kabar menarik. Sebuah penelitian terbaru mengungkap kandidat pemanis alternatif yang memiliki rasa hampir setara gula pasir, tetapi dengan kalori jauh lebih rendah dan tidak memicu lonjakan insulin.

Pemanis tersebut bernama tagatose, sejenis gula alami langka yang tingkat kemanisannya mencapai sekitar 92 persen dari sukrosa. Meski hampir sama manisnya, kalori tagatose hanya sekitar sepertiga dari gula biasa, sehingga dinilai lebih ramah bagi metabolisme tubuh.

Baca Juga :  Inilah 10 Metode Alami untuk Mencerahkan Wajah dengan Cepat dan Efektif

Keunggulan utama tagatose terletak pada respons tubuh terhadapnya. Berbeda dari sukrosa maupun sejumlah pemanis buatan lain, tagatose tidak menyebabkan lonjakan insulin yang signifikan. Hal ini menjadikannya opsi yang menjanjikan bagi penderita diabetes atau mereka yang perlu menjaga kadar gula darah.

Secara alami, tagatose hanya ditemukan dalam jumlah sangat kecil pada beberapa produk susu dan buah. Di dalam tubuh, sebagian besar zat ini tidak langsung diserap di usus halus, melainkan difermentasi di usus besar. Proses tersebut membuat kenaikan gula darah berlangsung lebih lambat dan stabil.

Baca Juga :  Mengapa Anda Harus Makan Oatmeal Setiap Hari? Ini 7 Manfaatnya!

Selain itu, tagatose telah diakui keamanannya oleh lembaga internasional seperti FDA dan WHO. Pemanis ini juga disebut lebih ramah terhadap kesehatan gigi karena tidak mendukung pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang. Bahkan, beberapa studi awal menunjukkan potensi manfaatnya sebagai prebiotik bagi mikrobioma mulut.

Menariknya lagi, tagatose tetap stabil saat dipanggang. Karakter ini membuatnya lebih fleksibel digunakan dalam berbagai produk makanan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri pangan.

Meski begitu, tantangan utama tagatose selama ini adalah proses produksinya yang mahal dan kurang efisien. Namun, harapan baru muncul lewat riset yang dipimpin peneliti dari Universitas Tufts. Mereka berhasil mengembangkan metode produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan dengan memanfaatkan enzim unik yang diolah melalui rekayasa mikroba.

Baca Juga :  5 Manfaat Kuaci yang Membuatnya Menjadi Camilan Sehat Pilihan

Pendekatan ini memungkinkan produksi tagatose dengan tingkat hasil yang jauh lebih tinggi dibanding metode sebelumnya. Jika berhasil diterapkan dalam skala besar, inovasi ini berpotensi membuka jalan baru bagi industri pemanis alternatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan. (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : idntimes.com