NARASITODAY.COM, BANGKOK – Kesunyian dini hari di Jalan Tol Bangkok berubah menjadi tragedi berdarah pada Selasa (20/1/2026). Seorang pria bernama Anuwat Yatniyom (34) tewas seketika di balik kemudi setelah menjadi sasaran penembakan brutal yang dilakukan oleh penumpang sebuah mobil MPV mewah, Toyota Vellfire putih.
Insiden mencekam ini terjadi sekitar pukul 04.50 waktu setempat, hanya terpaut 200 meter setelah korban melewati gerbang tol Pracha Chuen. Apa yang bermula dari perselisihan jalur lalu lintas berakhir dengan hilangnya nyawa dalam aksi yang menyerupai adegan film laga.
Peristiwa bermula saat Anuwat yang mengendarai Toyota Altis bersama kekasihnya, Sawitree, hendak memasuki gerbang tol. Sebuah Vellfire putih tiba-tiba memotong jalur mereka secara agresif. Demi menghindari benturan, Anuwat sempat membanting setir dan memperlambat laju kendaraannya.
Namun, alih-alih menjauh, mobil mewah tersebut justru terlihat “menunggu” di balik gerbang tol. Saat mobil korban mulai mendaki tanjakan jalan, Vellfire itu mendekat dari sisi kanan dengan perlahan.
“Kaca penumpang kiri van terbuka, dan seorang pria melepaskan tiga atau empat tembakan ke arah Anuwat,” ujar Letnan Jenderal Polisi Sayam Boonsom kepada Bangkok Post.
Tembakan itu tepat sasaran. Anuwat menderita luka fatal di bagian leher dan dua luka lainnya di lengan kanan. Setelah memuntahkan peluru, pelaku langsung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi ke arah selatan, meninggalkan Sawitree yang histeris di samping tubuh kekasihnya yang bersimbah darah.
Kepolisian Thailand bergerak cepat melakukan pengejaran. Tak lama kemudian, mobil Vellfire putih tersebut ditemukan dalam kondisi kosong, ditinggalkan begitu saja di sebuah hotel di wilayah barat Bangkok.
Penyelidikan sementara mengungkap fakta mengejutkan. Pelaku diketahui baru saja menghadiri sebuah pesta bersama tiga rekannya sebelum terlibat insiden di jalan tol. Lebih jauh lagi, identitas pelaku ternyata tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia merupakan buronan kasus percobaan pembunuhan yang terjadi di wilayah lain pada tahun lalu.
Di balik aspek kriminalitasnya, terselip kisah pilu mengenai momen terakhir korban. Sawitree mengungkapkan bahwa sebelum penembakan terjadi, ia dan korban sebenarnya baru saja berdamai setelah sempat berselisih paham.
Malam itu, korban baru saja menjemput Sawitree dari rumah temannya untuk membawa sang kekasih pulang. Namun, perjalanan rekonsiliasi itu justru terhenti secara permanen di jalan bebas hambatan.
Hingga saat ini, tim gabungan kepolisian masih melakukan pengejaran intensif untuk menangkap sang “koboi jalanan” dan mendalami apakah ada motif lain di luar emosi sesaat di jalur lalu lintas.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














