
NARASITODAY.COM, BOGOR — Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor masih menyisakan pekerjaan rumah terkait pemenuhan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) bagi warga terdampak bencana alam 2020 di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya.
Meski ribuan warga kini telah menempati hunian tetap (huntap), sejumlah fasilitas pendukung belum sepenuhnya tersedia.
Kondisi ini membuat warga harus beradaptasi dengan keterbatasan fasilitas dasar di kawasan permukiman baru tersebut.
Kepala Bidang DPKPP Kabupaten Bogor, Arie Fikriansyah, mengatakan bahwa anggaran penyelesaian PSU secara prinsip sudah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah.
Namun, pihaknya belum dapat memaparkan besaran anggaran secara rinci karena masih menunggu proses pengesahan.
“Anggaran untuk PSU sudah tersedia dan sedang dalam tahap penyelesaian. Saya belum bisa menyampaikan detailnya secara resmi agar tidak menimbulkan kebingungan jika terjadi perubahan saat pengesahan nanti,” ujar Arie, Kamis (22/1/2026).
Ia menegaskan, pembangunan PSU akan menyasar seluruh kawasan huntap di Kabupaten Bogor dan menjadi salah satu prioritas utama pada tahun anggaran berjalan.
Salah satu kebutuhan mendesak yang menjadi perhatian adalah pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di area tebing yang rawan longsor.
Menurut Arie, proses pembangunan TPT saat ini masih menunggu pengajuan proposal dari kelompok masyarakat (Pokmas).
Ia juga menegaskan bahwa pemenuhan PSU merupakan tanggung jawab pemerintah, mengingat warga sudah mulai menetap secara permanen.
“Di beberapa titik, seperti di belakang kantor desa, kami sudah mulai memasang penerangan dan melakukan perbaikan jalan demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, huntap di Desa Cileuksa tersebar di empat titik lokasi dengan total 1.042 unit rumah.
Dari jumlah tersebut, 1.022 unit dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sementara 20 unit lainnya merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Hunian tipe 36 tersebut diperuntukkan bagi 1.558 kepala keluarga korban bencana alam. Meski sudah dihuni ribuan jiwa, fasilitas penunjang dinilai belum memadai untuk kebutuhan jangka panjang.
Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi yang akrab disapa Apih Ujang, menyebut warga masih sangat membutuhkan sejumlah fasilitas dasar, terutama air bersih, pengelolaan sampah, serta penerangan lingkungan.
“Kawasan huntap kami masih kekurangan air bersih, tempat penampungan sampah, dan lampu penerangan jalan. Selain itu, warga juga membutuhkan fasilitas sosial seperti Posyandu dan PAUD,” pungkas Apih Ujang.
Wartawan : Andreas












