Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,5 Guncang Pacitan, Getaran Terasa Hingga Bali

0
Sumba Timur
Ilustrasi alat pendekteksi gempa. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, PACITAN – Ketenangan warga di pesisir selatan Jawa Timur terusik pada Selasa pagi (27/1/2026). Saat aktivitas warga baru saja dimulai, bumi tiba-tiba bergoyang akibat gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,5 yang berpusat di wilayah Pacitan. Meski tidak memicu gelombang tsunami, getarannya merambat jauh melintasi selat hingga ke Bali.

Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi tepat pada pukul 08:20:44 WIB. Titik koordinat gempa berada di 8.14 Lintang Selatan dan 111.33 Bujur Timur, atau sekitar 25 kilometer arah timur laut Pacitan.

Baca Juga :  Rizky Febian Akan Melangsungkan Akad di Jakarta

Meskipun pusat gempa berada jauh di kedalaman 105 kilometer di bawah permukaan bumi Pacitan, energi gempa tersebut terasa nyata hingga ke Pulau Dewata. Di kawasan Renon, Denpasar, warga merasakan getaran selama kurang lebih 10 detik durasi yang cukup lama untuk membuat penghuni gedung menoleh cemas ke arah lampu gantung yang bergoyang.

Baca Juga :  Miliki Kerawanan Bencana Tertinggi di Jawa Barat, Kabupaten Bogor Diminta Siaga Jelang Pencoblosan 14 Febuari

Getaran ini dikonfirmasi meluas ke beberapa titik populer di Bali, termasuk Kuta dan Karangasem.

“(Getaran terasa) di Kuta, Denpasar, Karangasem II-III MMI,” ungkap Staff Pusat Gempa Regional III, Trisna Malia, sebagaimana dilansir dari detik.com.

Skala II-III MMI (Modified Mercalli Intensity) menunjukkan getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk besar yang berlalu di dekat bangunan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan yang signifikan maupun korban jiwa di wilayah Pacitan maupun daerah terdampak lainnya.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Sambut Baik Penilaian Jalur Kepemimpinan di SPMB 2025

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, mengingat kedalaman pusat gempa yang cukup dalam membuat potensi tsunami dapat dikesampingkan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com