FBI Geledah Kantor Penyenggara Pemilu di Fulton County dalam Penyidikan Klaim Kecurangan Pilpres 2020

0
FBI
Ilustrasi Lambang Biro Investigasi Federal (FBI) di luar kantor pusat mereka di Washington, D.C.. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, WASHINGTON – Kesibukan rutin di Fulton County Election Hub and Operation Center, Union City, pecah seketika pada Rabu (28/1/2026). Di bawah langit Georgia, agen-agen Federal Bureau of Investigation (FBI) merangsek masuk ke fasilitas seluas puluhan ribu meter persegi tersebut guna melaksanakan “aktivitas penegakan hukum yang disahkan pengadilan.”

Bukan perkara baru, penggeledahan ini merupakan babak terbaru dari saga panjang klaim kecurangan Pilpres 2020 yang terus diembuskan Presiden Donald Trump, meski berbagai audit sebelumnya menyatakan klaim tersebut tidak terbukti.

Perburuan Dokumen di Basis Demokrat

Suasana tegang menyelimuti gudang penyimpanan saat petugas mulai memilah aset digital dan fisik. Seorang pejabat penegak hukum membocorkan bahwa target utama penyitaan adalah komputer dan surat suara fisik yang tersimpan di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Evakuasi oleh BPBD Bogor Berhasil Angkat Korban Meninggal di Sumur Rumah

Komisioner Fulton County, Mo Ivory, mengonfirmasi bahwa sekitar 700 boks surat suara telah diangkut dari ruang penyimpanan aman. Melalui sebuah video di media sosial, Ivory tidak menyembunyikan kegeramannya. Ia menilai langkah ini bukan sekadar prosedur hukum, melainkan manuver politik menjelang pemilu paruh waktu November mendatang.

“Jika presiden ingin mengerahkan aparat, maka itu bisa terjadi, terlepas dari benar atau salahnya alasan yang digunakan,” ujar Ivory ketus.

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan langkah hukum untuk melawan apa yang ia sebut sebagai “serangan terhadap pemilih.”

Baca Juga :  Jepang Siap Bergabung dengan Sistem Pertahanan Rudal Golden Dome AS Saat Pertemuan Takaichi-Trump

Bayang-bayang Intelijen dan Agenda Davos

Drama di lapangan semakin janggal dengan kabar rencana kedatangan Direktur Intelijen Nasional, Tulsi Gabbard, ke lokasi penggeledahan. Kehadiran sosok petinggi intelijen dalam ranah penegakan hukum domestik dianggap sebagai anomali besar di Washington.

Langkah ini seolah menjadi realisasi dari ancaman yang dilemparkan Trump pekan lalu saat berpidato di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Di hadapan para pemimpin dunia, Trump kembali mengulang narasi “pemilu yang dicurangi”.

“Orang-orang akan segera dituntut atas apa yang mereka lakukan,” tegas Trump di Davos kala itu.

Benturan Yuridis

Penggeledahan ini menandai eskalasi setelah upaya hukum pemerintahan Trump bulan lalu menemui jalan buntu. Sebelumnya, pemerintah telah menggugat panitera pengadilan setempat untuk menyerahkan surat suara fisik beserta amplop dan bukti mail-in ballot. Namun, otoritas Georgia bersikeras bahwa dokumen tersebut berada di bawah segel hukum negara bagian yang tidak bisa ditembus tanpa perintah pengadilan negara bagian.

Baca Juga :  PC IMM Bogor Raya Melantik Struktural Baru

Fulton County, yang mencakup Atlanta, secara historis merupakan benteng suara Demokrat yang memenangkan Joe Biden pada 2020. Kini, di bawah kepemimpinan Trump yang kembali menjabat, Departemen Kehakiman mulai gencar menyasar wilayah-wilayah kunci dengan gugatan data pemilih, sebuah langkah yang memicu kekhawatiran akan erosi otonomi negara bagian dalam mengelola pemilu mereka sendiri.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber