Tebing Longsor Tutup Jalan Ace Tabrani, Warga Berjibaku Geser Batu Besar

0
Longsor
Warga Evakuasi matrial batu besar yang menutupi akses jalan. Foto (Tangkapan layar warga)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor Barat dalam beberapa hari terakhir akhirnya memicu bencana longsor yang berdampak langsung pada aktivitas warga.

Tebing di ruas Jalan Ace Tabrani, tepatnya di Kampung Nunggul, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, longsor dan menutup total badan jalan pada Kamis sore, 29 Januari 2026, sekitar pukul 16.30 WIB.

Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup akses jalan utama yang selama ini menjadi jalur vital penghubung antar Desa Curugbitung, Cisarua, dan Malasari.

Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat sempat tidak dapat melintas, membuat mobilitas warga lumpuh sementara.

Jalan Ace Tabrani dikenal sebagai urat nadi aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Penutupan jalur ini memaksa kendaraan roda empat dari arah Malasari, Cisarua, maupun Curugbitung untuk memutar cukup jauh melalui jalur alternatif Desa Bantarkaret.

Baca Juga :  Bangun Jiwa Pemimpin Muda, PKD-KT Karang Taruna Nanggung Tanamkan Solidaritas dan Kesadaran Hukum

Sementara itu, kendaraan roda dua kini sudah dapat melintas secara terbatas dengan pengawasan warga setempat.

Sekretaris Desa Curugbitung, Iyus, membenarkan peristiwa longsor tersebut. Ia mengatakan longsor terjadi secara tiba-tiba pada sore hari dan langsung menutup seluruh badan jalan.

“Iya benar, tadi sore sekitar pukul 16.30 WIB telah terjadi longsor yang menutup Jalan Ace Tabrani di Kampung Nunggul,” ujar Iyus kepada wartawan.

Tak menunggu lama, Pemerintah Desa Curugbitung langsung bergerak cepat. Setelah menerima laporan dari warga, pihak desa segera berkoordinasi dengan para Ketua RT dan RW untuk menggerakkan masyarakat melakukan gotong royong pembersihan material longsor.

“Kami langsung menginformasikan kepada RT, RW, dan warga agar bersama-sama melakukan pembersihan material longsor,” jelasnya.

Baca Juga :  Meluas, Penanaman Jagung Hibrida Polsek Nanggung Dukung Swasembada Pangan

Selain upaya swadaya masyarakat, Pemdes Curugbitung juga melaporkan kejadian ini ke sejumlah instansi terkait, di antaranya UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VI Cigudeg, Kecamatan Nanggung, Polsek Nanggung, serta Koramil Nanggung.

Saat ini, proses pembersihan masih berlangsung dengan melibatkan masyarakat bersama tim gabungan Forkopimcam Kecamatan Nanggung dan UPT Jalan dan Jembatan.

“Kami masih menunggu alat berat dari UPT. Informasi yang kami terima, alat berat sedang dalam perjalanan menuju lokasi,” kata Iyus.

Sementara itu, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VI Cigudeg, Bobby Wahyudi, memastikan pihaknya telah menurunkan petugas untuk melakukan pengecekan awal di lokasi longsor.

“Sudah ada tim kami selaku penilik wilayah Kecamatan Nanggung yang langsung mengecek lokasi. Kami akan segera melakukan evakuasi material longsor agar akses jalan kembali terbuka,” kata Bobby saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Longsor di Proyek Jalan Citeureup-Cengal, Pembangunan Tertunda

Ia menjelaskan, alat berat milik UPT saat ini masih berada di Jasinga karena sebelumnya digunakan oleh UPTD Infrastruktur Irigasi dan SDA Kelas A Wilayah V.

“Sedang kami persiapkan semuanya. Jika memungkinkan dan kondisi aman, malam ini alat berat akan kami mobilisasi ke lokasi. Namun jika dinilai berisiko dan membahayakan, pembersihan akan dilanjutkan pada pagi hari,” ujarnya.

Hingga Kamis malam, akses Jalan Ace Tabrani masih ditutup total untuk kendaraan roda empat sambil menunggu kedatangan alat berat dan proses normalisasi jalan.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi longsor susulan masih bisa terjadi akibat kondisi tanah yang labil.

“Untuk sementara, masyarakat kami imbau agar berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Raya Bantarkaret,” pungkasnya.

Wartawan : Andreas