Hujan Deras Picu Longsor di Proyek Jalan Citeureup-Cengal, Pembangunan Tertunda

0
Proyek pembangunan jalan longsor
Tampak pihak pemerintah meninjau Proyek pembangunan Jalan Citeureup-Cengal di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mengalami longsor setelah diguyur hujan deras, Senin (20/10/2025) malam.

NARASITODAY.COM, BOGOR – Proyek pembangunan Jalan Citeureup-Cengal di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mengalami longsor setelah diguyur hujan deras, Senin (20/10/2025) malam.

Longsor terjadi di titik STA 1.005 dan menyebabkan bahu jalan ambles sedalam sekitar 25 meter dengan lebar 20 meter.

Kejadian ini berdampak pada terganggunya proses rekonstruksi jalan yang tengah dilaksanakan oleh PT Bambu Wulung Wijaya dengan konsultan PT Secon Dwitunggal Putra.

Baca Juga :  Program Konservasi Desa Cileuksa, 1.000 Bibit Bambu Ditanam di Perbukitan Sukajaya

Proyek tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp949 juta dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah V Leuwiliang, Aldino, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menyebut hujan deras menjadi penyebab utama terjadinya longsor di area proyek.

“Untuk Jalan Citeureup–Cengal, tahun ini sedang dilakukan pembangunan rekonstruksi jalan. Longsor terjadi di sebelah kiri bahu jalan akibat curah hujan tinggi,” ujar Aldino, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga :  Kasus DBD di Bogor Meningkat, Pemcam Nanggung Lakukan Ini

Pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk bidang pemeliharaan jalan dan jembatan, untuk mempercepat proses penanganan.

“Nanti akan dilakukan desain atau pengukuran ulang untuk menentukan apakah perlu dilakukan konstruksi fisik tambahan atau menggunakan anggaran bantuan tidak terduga agar bangunan bisa diamankan,” jelasnya.

Baca Juga :  Australia Gelar Simposium TNE CONNECT untuk Perkuat Kerjasama Pendidikan dengan Indonesia

Aldino menambahkan, jalan Citeureup-Cengal merupakan akses utama masyarakat di wilayah tersebut.

Karena itu, pihaknya memastikan proses pembangunan akan terus dilanjutkan agar jalur bisa segera kembali digunakan.

“Peninjauan sudah dilakukan, dan kami pastikan pembangunan tetap berlanjut agar masyarakat dapat kembali menggunakan jalan satu-satunya ini,” pungkasnya.***

Editor : Andreas