NARASITODAY.COM, SUKOHARJO – Aktivitas membuka paket belanja online yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk bagi Sakinah, seorang remaja asal Desa Nguter, Sukoharjo. Alih-alih mendapatkan karpet baru yang diidamkan, Sakinah justru harus dilarikan ke RSUD Ir Soekarno setelah seekor anak ular kobra menggigit lengan kirinya.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (26/1/2026) ini sempat memicu kegaduhan di media sosial, menyusul dugaan awal bahwa reptil berbisa tersebut ikut terkirim di dalam paket.
Detik-Detik Serangan Senyap
Kakak korban, Devia Khaerunnisa, menceritakan bahwa adiknya baru saja membongkar paket berisi karpet sore itu. Saat hendak membereskan plastik pembungkus yang berserakan, Sakinah tiba-tiba berteriak histeris.
“Digigit di lengan siku kiri. (Sakinah) Kesakitan, perih, panas, selayaknya digigit ular berbisa. Dia teriak kesakitan,” ucap Devia, Sabtu (31/1/2026).
Devia awalnya menduga ular tersebut masuk melalui celah kecil pada pembungkus paket saat berada di gudang ekspedisi. “Posisinya paket karpet itu seperti ada celah pada bagian atas, seperti terbuka sedikit,” tambahnya.
Fakta di Balik “Ular dalam Paket”
Namun, investigasi dari komunitas pemerhati reptil Exalos Indonesia mengungkap fakta berbeda. Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, yang menjenguk korban di rumah sakit menyimpulkan bahwa ular tersebut bukan berasal dari kurir, melainkan sudah berada di area rumah.
Ada jeda waktu sekitar satu jam antara proses unboxing hingga saat Sakinah membuang sampah plastik. Di celah waktu itulah, diduga ular kobra kecil tersebut menyelinap ke tumpukan plastik.
“Foto yang viral, ular dalam lakban. Kemungkinan besar adalah terjerat lakban di lantai pasca-unboxing, dan menggigit 1 jam kemudian saat plastik packing ini akan dibuang,” terang Janu.
Salah Penanganan yang Berakibat Fatal
Selain sumber ular, Janu juga menyoroti kesalahan fatal pada pertolongan pertama yang dilakukan keluarga dan tetangga. Alih-alih diamankan (imobilisasi), korban justru diberi tindakan yang mempercepat penyebaran bisa. Sakinah sempat dipijat hingga darahnya keluar dan tangannya disiram air panas.
“Penyebab korban ini menjadi parah hingga harus operasi dan menghabiskan 12 ampul antibisa adalah karena kesalahan awal dalam penanganan gigitan,” tegas Janu.
Devia pun mengakui ketidaktahuan keluarga membuat kondisi adiknya memburuk. Ia baru menyadari kesalahan itu setelah berkomunikasi dengan tim ahli.
“Teman Exalos mengatakan dikasih air hangat dan dipijat itu justru menambah keparahan. Terus diikat, ternyata itu salah. Kalau teman Exalos menyarankan untuk diam, tenang, dan segera dibawa ke rumah sakit,” kata Devia lesu.
Kini, Sakinah masih menjalani perawatan intensif pasca-operasi untuk memulihkan jaringan lengannya yang terdampak racun kobra. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan rumah dan pengetahuan medis dasar dalam menghadapi gigitan hewan berbisa.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














