Badan Nasional Penanggulangan Bencana Catat Beragam Kejadian Bencana di Indonesia Akhir Januari 2026

0
Indonesia
Ilustrasi Orang-orang mencoba menyeberangi jalan yang tergenang banjir . Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA Indonesia menutup bulan Januari 2026 dengan rentetan bencana alam yang melanda dari ujung barat hingga timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat eskalasi kejadian bencana mulai dari banjir di Jawa Barat dan Jakarta, cuaca ekstrem di Jawa Tengah, hingga abrasi hebat di Maluku Utara sepanjang 31 Januari hingga 1 Februari 2026.

Jakarta

Ibu Kota kembali bergelut dengan air. Curah hujan tinggi yang memicu luapan Kali Semongol, Kali Angke, dan Kali Nagrak menyebabkan ratusan warga di Jakarta Utara terpaksa mengungsi sejak Sabtu (31/1/2026). Hingga Minggu pagi, genangan masih mengepung sembilan RT di wilayah Jakarta Barat dan Utara dengan ketinggian hingga 20 sentimeter.

Meski wilayah terdampak Sungai Ciliwung sempat mencatatkan ketinggian air hingga 3,5 meter di Jakarta Timur pada Jumat lalu, otoritas setempat melaporkan kondisi mulai kondusif.

Baca Juga :  Tragedi Puting Beliung Hancurkan Rumah, Warga Neglasari Terpaksa Tinggal di Kontrakan

“Data per jam 08.00 WIB, banjir di DKI Jakarta sudah surut,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI, Mohamad Yohan, Minggu (1/2/2026).

Bogor dan Klaten

Di Jawa Barat, keheningan malam di Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pecah saat tanah mulai retak pada Jumat dini hari. Kondisi tanah yang labil akibat hujan persisten merusak belasan hunian warga.

“Kejadian ini menyebabkan 11 rumah warga mengalami kerusakan ringan dan berdampak pada 57 jiwa,” tulis siaran resmi BNPB.

Sementara itu, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, cuaca ekstrem mengamuk di tujuh desa. Angin kencang menumbangkan pepohonan dan merusak 23 rumah warga di Kecamatan Prambanan, Manisrenggo, dan Tulung. Tim Reaksi Cepat bersama TNI/Polri langsung diterjunkan untuk membersihkan akses jalan yang lumpuh akibat pohon tumbang.

Baca Juga :  Kejahatan Digital Penipuan Meningkat Signifikan di Indonesia, Kerugian Mencapai Triliunan Rupiah

Halmahera Timur

Beralih ke timur Indonesia, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, menghadapi gempuran ganda. Hujan lebat memicu banjir yang merendam puluhan rumah dan fasilitas umum di Desa Soagimalaha. Di saat yang sama, Desa Puao dihantam abrasi parah yang menghancurkan talud penahan ombak sepanjang 200 meter.

Hantaman ombak yang ganas bahkan dilaporkan menyeret empat perahu nelayan dan mengancam pemukiman pesisir. Hingga Sabtu malam, warga setempat masih berjaga-jaga di tengah ancaman angin kencang.

Sulawesi Tengah

Di tengah kepungan air di wilayah lain, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, justru berhadapan dengan api. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar satu hektare lahan di Kecamatan Parigi Barat.

Baca Juga :  Chiki Fawzi Kembali ke Indonesia Usai Perjuangan di Pelayaran Global Sumud Flotilla 2.0

“Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai satu hektare dan tidak terdapat laporan korban jiwa. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian,” tulis laporan BNPB.

Pesan Kesiapsiagaan

Menanggapi rentetan bencana di awal tahun ini, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat tidak lengah. Kesiapsiagaan mandiri menjadi kunci dalam meminimalisir dampak kerugian maupun korban jiwa.

Masyarakat di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor diimbau untuk proaktif memantau cuaca dan ketinggian air. Evakuasi mandiri disarankan segera dilakukan jika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama guna menghindari risiko yang lebih besar.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com