
NARASITODAY.COM, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, bergerak cepat memadamkan spekulasi liar yang menerpa dirinya. Melalui pernyataan resmi di media sosial, Anwar membantah keras adanya keterkaitan dengan jaringan pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, setelah namanya muncul dalam dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ).
Nama Anwar terseret dalam sebuah korespondensi email yang terjadi 14 tahun silam, di mana identitasnya disebut oleh rekan-rekan Epstein sebagai sosok potensial yang bisa memberikan keuntungan bisnis di masa depan.
Dalam unggahan di akun Facebook resminya, Anwar mengekspresikan keterkejutannya sekaligus menegaskan bahwa dirinya hanyalah korban pencatutan nama oleh pihak-pihak yang tidak ia kenal.
“Hari ini saya baru mengetahui ada pihak luar yang ingin bertemu dan ‘mencatut’ nama saya dalam sebuah email yang terkait dengan kasus Epstein,” tulis Anwar sebagaimana dikutip dari CNA, Selasa (3/2/2026).
Anwar menekankan bahwa peristiwa tersebut terjadi lebih dari satu dekade lalu, jauh sebelum ia menjabat sebagai orang nomor satu di Malaysia. “Alhamdulillah, sebagaimana disebutkan dalam email itu, kejadiannya sudah lebih dari satu dekade lalu, dan saya sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun dengan pihak-pihak yang saling berkirim email itu, terutama Epstein,” tambahnya.
Dokumen DOJ mengungkapkan sebuah email bertanggal 21 Februari 2012. Saat itu, Anwar masih berstatus pemimpin oposisi yang tengah bersiap menghadapi pemilu 2013. Seorang rekan Epstein yang namanya disamarkan menulis sebuah pesan bernada ambisius kepada koleganya.
“Perlukah kita mengatur pertemuan pribadi untuk Jes dengan Anwar? Jika ia menjadi perdana menteri Malaysia, ia akan membereskan banyak hal dan bisa menjadi tambang emas bagi JPM (JPMorgan Chase),” tulis orang tersebut.
Pesan itu berlanjut dengan klaim kedekatan sepihak “Saya mengenal Anwar dengan baik, selalu dekat dengannya selama bertahun-tahun meski banyak yang mengatakan ia sudah tamat… Sekarang tampak berbeda.”
Epstein bahkan sempat membalas dengan rencana pertemuan di bulan Mei tahun itu, menyarankan agar nama sutradara kondang Woody Allen digunakan sebagai umpan untuk menarik minat Anwar melalui proyek film Hollywood di Malaysia. Meski demikian, hingga kini tidak ada bukti kuat dalam berkas tersebut yang menunjukkan Anwar mengetahui atau menyetujui percakapan tersebut.
Meski isu ini sempat dijadikan amunisi politik oleh sayap pemuda partai oposisi Bersatu untuk mendesak klarifikasi, Anwar tampaknya ingin segera menutup buku atas drama ini. Setelah memberikan penjelasan panjang lebar, ia menutup pernyataannya dengan gaya santai namun sarkastis.
“Baiklah, saya akan melanjutkan jalan-jalan di Johor Bahru,” tulisnya, yang juga menyematkan emoji mual tepat setelah menyebut nama Epstein, serta menyertakan tagar #DoneExplain.
Bagi Anwar, kemunculan namanya dalam dokumen tersebut hanyalah bagian dari debu masa lalu yang sengaja ditiupkan kembali oleh pihak luar, sementara ia lebih memilih fokus pada agendanya di tanah air.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com












