NARASITODAY.COM, MOSKOW – Suhu geopolitik yang kian mendidih, Rusia mencoba mengambil peran sebagai penengah. Kremlin secara resmi mengeklaim tengah berupaya meredakan ketegangan nuklir terkait Iran, bahkan menawarkan “jasa” khusus untuk menyimpan cadangan uranium yang diperkaya (enriched uranium) milik Teheran guna menenangkan kekhawatiran dunia Barat.
Langkah diplomasi ini dikonfirmasi oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. Ia mengungkapkan bahwa Rusia sedang berada dalam jalur diskusi intensif dengan Iran dan Amerika Serikat untuk membicarakan kemungkinan memindahkan material nuklir sensitif tersebut ke wilayah Rusia.
Bagi Moskow, tawaran ini bukanlah manuver baru, melainkan sebuah solusi lama yang kini kembali mendesak untuk diambil dari laci meja perundingan.
“Topik ini telah lama menjadi agenda,” kata Peskov, sebagaimana diberitakan Reuters.
Ia menambahkan bahwa peran Rusia di sini adalah sebagai katalisator perdamaian. “Rusia telah menawarkan jasanya cukup lama sebagai opsi yang memungkinkan untuk menghilangkan beberapa hal yang mengganggu bagi sejumlah negara,” imbuhnya. Peskov menegaskan bahwa Kremlin terus menjalin kontak dengan seluruh pihak yang berkepentingan demi memastikan kestabilan kawasan.
Rusia: Kami Tidak Gila
Narasi diplomasi ini dibalut dengan peringatan keras dari pejabat keamanan senior Kremlin, Dmitry Medvedev. Dalam sebuah wawancara, mantan Presiden Rusia itu melukiskan kondisi dunia saat ini dengan nada yang suram, menyebut bahwa ambang batas kewaspadaan global terhadap konflik besar kian menipis.
“Situasinya sangat berbahaya. Ambang batas rasa sakit tampaknya menurun. Kami tidak tertarik pada konflik global. Kami tidak gila,” tegas Medvedev.
Medvedev juga menyoroti serangkaian krisis global yang terjadi sepanjang Januari di berbagai belahan dunia, mulai dari Venezuela hingga Greenland. Baginya, eskalasi di berbagai titik tersebut sudah terasa “terlalu berlebihan”.
Ia secara khusus menyoroti narasi Barat mengenai ancaman Rusia atau China di wilayah Greenland. Medvedev mengecam klaim tersebut sebagai “kisah horor” palsu yang sengaja diciptakan oleh para pemimpin Barat untuk membenarkan langkah politik dan militer mereka sendiri.
Dengan menawarkan diri sebagai tempat penampungan uranium Iran, Rusia seolah ingin membuktikan bahwa di tengah tudingan negatif Barat, mereka masih memiliki kunci untuk mengunci “kotak pandora” nuklir yang ditakuti dunia.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














