Gempa Bumi Magnitudo 4,1 Guncang Kabupaten Bener Meriah

0
Sumba Timur
Ilustrasi alat pendekteksi gempa. Foto : Istock

NARASITODAY,COM. JAKARTA – Saat sebagian besar warga Kabupaten Bener Meriah baru saja memulai aktivitas di pagi buta, bumi Aceh tiba-tiba berguncang. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,1 mengagetkan warga pada pukul 05:38 WIB, Selasa (3/2/2026), memecah keheningan fajar di dataran tinggi tersebut.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat getaran berada di darat, tepatnya 23 kilometer arah Barat Laut Kabupaten Bener Meriah. Dengan kedalaman yang tergolong dangkal, yakni 10 kilometer, getaran ini terasa nyata menyentak permukaan.

Baca Juga :  Mengapa Indonesia Rentan Terhadap Gempa dan Tsunami? Penjelasan dari BMKG dan BRIN

Aktivitas Sesar Aktif

Kepala Balai Besar MKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa gempa ini bukan berasal dari aktivitas laut, melainkan pergeseran di daratan. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” jelasnya.

Laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa getaran tidak hanya melanda Bener Meriah, tetapi juga merambat hingga ke daerah Aceh Tengah dan Bireuen. Meski sempat memicu kepanikan singkat di tengah suasana subuh, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Hadiri Silaturahmi dan Optimalisasi Pembangunan Daerah di Subang

Imbauan untuk Tetap Tenang

BMKG mengingatkan warga agar tidak termakan kabar burung atau disinformasi yang sering kali muncul sesaat setelah bencana terjadi di media sosial. Masyarakat diminta untuk selalu merujuk pada data saintifik yang dikeluarkan lembaga resmi.

Baca Juga :  Bupati Bogor dan Menteri LHK Bahas Langkah Strategi Pengelolaan TPA Galuga Berbasis Sanitary Landfill

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” tegas Hendro, sebagaimana dikutip dari Antara.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas warga di Bener Meriah dilaporkan telah kembali normal, meski kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan tetap menjadi perhatian di wilayah yang memang berada pada jalur sesar aktif tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com