Usep Nukliri Menyentil Pendidikan dan Kesehatan di Musrenbang Cigudeg

0
Musrenbang Cigudeg

NARASITODAY.COM, BOGOR– Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2027 di Aula Kantor Kecamatan Cigudeg bukan sekadar ajang menyusun daftar keinginan.

Di forum inilah Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV, Dr. Usep Nukliri, menyampaikan catatan penting mulai dari sekolah yang butuh perhatian ekstra hingga pelayanan kesehatan yang masih bikin warga menunggu panjang.

Usep menegaskan bahwa sektor pendidikan harus menjadi prioritas utama di Kecamatan Cigudeg dan sekitarnya. Menurutnya, kondisi sarana dan prasarana pendidikan masih menyisakan pekerjaan rumah, dari PAUD, TK, SDN, SMP hingga SMA.

Baca Juga :  Penembakan oleh Agen Imigrasi di Minneapolis Memicu Gelombang Protes Nasional

 

“Kalau bangunannya bermasalah, anak-anak belajar dalam kondisi tidak aman. Jangan sampai kejadian yang tidak diinginkan, seperti runtuh,” ujar Usep, mengingatkan bahwa sekolah seharusnya jadi tempat mencari ilmu, bukan tempat menguji nyali.

Tak berhenti di soal gedung, Usep juga menyoroti kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.

Ia menekankan pentingnya pelatihan bagi guru agar program dan kurikulum yang dicanangkan Kementerian Pendidikan benar-benar sampai ke ruang kelas.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto Mengapresiasi Kegiatan Diskusi Publik Yang Digelar JJB

“Program dari kementerian harus nyambung dengan pembelajaran di kelas,” tegasnya, Selasa (2/2/2026).

Di bidang kesehatan, Usep turut mengangkat persoalan pelayanan di puskesmas dan rumah sakit daerah.

Ia menilai layanan kesehatan tak boleh sekadar formalitas administrasi, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sebagai contoh, ia menyinggung kondisi di RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, di mana pasien IGD kerap harus bersabar menunggu ruang rawat inap akibat keterbatasan fasilitas.

Baca Juga :  Bocah Ditemukan Tewas, Diduga Jadi Korban Serangan Anjing Pemburu Babi Hutan

“Di Komisi IV, kami akan mendorong agar fasilitas RSUD, terutama ruang rawat inap, bisa terpenuhi,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa sakit seharusnya disembuhkan, bukan ditambah dengan antrean panjang.

Meski dihadapkan pada kondisi anggaran daerah yang sedang defisit, Usep berharap usulan-usulan desa yang disampaikan dalam Musrenbang tetap mendapat perhatian serius.

“Meskipun anggaran terbatas, kebutuhan masyarakat tetap harus jadi prioritas, khususnya di Dapil V,” pungkasnya.***

Editor : Andreas