NARASITODAY.COM, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penguatan industri perkapalan dan galangan kapal nasional merupakan salah satu kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor manufaktur dalam negeri. Pernyataan ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digagas oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Dalam diskusi tersebut, Purbaya mengungkapkan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidang galangan kapal. Sayangnya, industri ini belum berkembang secara optimal karena minimnya kesempatan dan kebijakan yang tidak berpihak pada produksi dalam negeri. “Saya baru tahu orang kita jago, cuma nggak dikasih kesempatan sama kita sendiri,” ujarnya, dikutip pada Kamis (12/2/2026).
Menkeu menyoroti bahwa salah satu penyebab utama melemahnya industri galangan kapal nasional adalah kebijakan yang masih membuka ruang luas bagi impor kapal bekas dari luar negeri. Hal ini mengurangi permintaan terhadap kapal buatan dalam negeri dan menghambat kemajuan industri lokal.
“Jadi orang kita yang mampu-mampu itu nggak dapat order karena kebijakan kita sendiri. Walaupun kita negara empat laut, negara maritim, kapalnya beli dari luar. Orang-orang kita yang ahli nggak dikasih kesempatan,” kata Purbaya.
Lebih jauh, Menkeu juga menyoroti rendahnya pemanfaatan belanja pemerintah untuk mendukung galangan kapal nasional, termasuk dalam program peremajaan kapal yang dibiayai APBN.
Ia menyebutkan bahwa banyak kapal milik negara yang seharusnya dapat dipesan dari galangan domestik, namun justru tidak terserap. Padahal, permintaan dari industri kapal dan galangan kapal dalam negeri yang semakin tinggi mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
“Ke depan, kalau masih mau industri kita maju, demand domestik harus diamankan. Presiden tadi bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya. Itu kan pasti akan diganti,” ujarnya.
Purbaya menambahkan, anggaran untuk pengadaan kapal sebenarnya sudah disiapkan, namun belum memberikan dampak nyata bagi industri dalam negeri.
“Kita mau dorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya itu saya anggarin kok. Saya perlu uang keluar cepat awal tahun supaya ekonomi tumbuh makin cepat, makin cepat, makin cepat. Salah satu yang saya lihat kita punya kemampuan tapi underutilized karena tidak beri kesempatan adalah industri galangan kapal,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Menkeu mengajak seluruh pihak, termasuk KADIN dan pelaku industri, untuk bersama-sama menyusun peta jalan (roadmap) yang jelas guna menghidupkan kembali industri galangan kapal nasional. Ia menegaskan, prioritas harus diberikan pada permintaan domestik agar industri ini benar-benar bangkit dan mampu bersaing secara global.
“Ayo kita sama-sama bangun industri galangan kapal dalam negeri supaya industri ini benar-benar bangkit,” ujarnya.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














