NARASITODAY.COM, JAKARTA – Minuman manis sering dikaitkan dengan risiko diabetes dan lonjakan gula darah. Namun, di balik rasanya yang menyenangkan, kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula ternyata menyimpan dampak lain yang jarang disadari, yakni penurunan kesehatan tulang.
Sejumlah kajian menunjukkan bahwa asupan gula berlebih dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh. Proses ini berkaitan dengan terganggunya aktivasi vitamin D di ginjal, yang berperan penting dalam membantu kalsium terserap secara optimal. Akibatnya, meski asupan kalsium dari makanan terlihat cukup, tubuh tetap berisiko mengalami defisit kalsium.
Kadar gula darah yang sering melonjak juga menciptakan kondisi hiperglikemia yang berdampak langsung pada metabolisme tulang. Lingkungan ini dapat menghambat kerja sel pembentuk tulang dan mempercepat proses perombakan tulang. Dalam jangka panjang, keseimbangan antara pembentukan dan penghancuran tulang terganggu, sehingga kepadatan tulang menurun secara perlahan tanpa gejala awal yang jelas.
Tak hanya itu, pemanis seperti fruktosa yang banyak digunakan dalam minuman modern juga dapat meningkatkan beban asam dalam tubuh. Untuk menetralkannya, tubuh melepaskan kalsium dari tulang ke dalam darah. Proses kompensasi ini memang menjaga keseimbangan tubuh, tetapi dilakukan dengan mengorbankan cadangan mineral tulang.
Peradangan tingkat rendah akibat konsumsi gula berlebih turut berperan merusak kolagen tulang, yaitu protein penting yang menjaga fleksibilitas dan kekuatannya. Tulang pun menjadi lebih rapuh dan rentan mengalami pengeroposan seiring waktu.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa membatasi konsumsi (MG3)Â
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














