Coba Diet Makan Sekali Sehari, Pengalaman Pria Ini Jadi Sorotan

0
Foto ilustrasi: Getty Images/Dreamer Company

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Metode diet One Meal A Day (OMAD) kembali menarik perhatian setelah seorang pria membagikan pengalamannya menjalani pola makan tersebut selama satu minggu. Diet ini mengatur seseorang untuk hanya makan satu kali dalam sehari, sementara sisa waktunya diisi dengan puasa dan konsumsi minuman tanpa kalori.

Seorang pegiat kebugaran bernama Will Tennyson mencoba langsung metode OMAD dan mendokumentasikan pengalamannya. Ia mengaku penasaran dengan dampak diet ini terhadap tubuhnya, tanpa menargetkan penurunan atau kenaikan berat badan tertentu.

Baca Juga :  Dapatkan Manfaatnya: 5 Khasiat Bunga Kenanga untuk Kesehatan yang Perlu Anda Tahu!

Di hari-hari awal, Tennyson masih mampu menjalani aktivitas olahraga seperti biasa. Namun, jarak waktu yang panjang antara latihan dan waktu makan mulai terasa berat. Rasa lelah berlebih muncul, terutama saat harus beraktivitas fisik dalam kondisi perut kosong terlalu lama.

Memasuki pertengahan minggu, tantangan semakin terasa. Ia mengaku sering memikirkan makanan dan meningkatkan konsumsi kopi untuk menahan rasa lapar. Dari sisi sosial, pola makan ini juga dinilai menyulitkan karena tidak bisa makan bersama teman atau mengikuti agenda makan seperti biasanya.

Baca Juga :  Teknologi Wearable, 5 Smart Ring Terbaik untuk Kesehatan dan Kebugaran di 2025!

Menariknya, di hari kelima, tubuh mulai beradaptasi. Tennyson mulai bisa membedakan antara rasa lapar sesungguhnya dan keinginan makan karena kebiasaan. Ia juga menyadari bahwa sebagian rasa lapar dapat diatasi dengan minum air putih.

Di akhir percobaan, berat badannya tercatat turun sekitar 1,7 kilogram. Meski demikian, ia menilai diet OMAD sangat menantang dan sulit dijalani dalam jangka panjang. Menurutnya, metode ini terasa terlalu ekstrem dan tidak berkelanjutan bagi kebanyakan orang.

Baca Juga :  4 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Kulit, Bikin Tampak Lebih Sehat dan Awet Muda

Para ahli kesehatan pun mengingatkan bahwa meski OMAD berpotensi membantu penurunan berat badan, pola makan ini memiliki risiko jika tidak dilakukan dengan pengawasan. Diet ekstrem dapat memicu rasa lapar berlebihan, gangguan metabolisme, hingga masalah kesehatan lain jika dijalani tanpa perencanaan yang tepat. (MG3) 

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth