NARASITODAY.COM, TOKYO – Pihak berwenang Jepang menyita sebuah kapal nelayan asal China dan menangkap kaptennya, menurut laporan media lokal Jumat (13/2/2026). Langkah ini diyakini akan memperburuk ketegangan antara Tokyo dan Beijing.
Menurut Kyodo News yang mengutip Badan Perikanan Jepang, kapal tersebut diduga menolak perintah berhenti saat berada di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang di lepas pantai Prefektur Nagasaki.
“Kapal tersebut gagal mematuhi dan melarikan diri. Akibatnya, kapten kapal ditangkap,” tambah pernyataan resmi.
Insiden ini disebut sebagai pertama kalinya sejak 2022 badan tersebut menyita kapal nelayan China.
Ketegangan antara Jepang dan China sudah meningkat sejak November lalu, ketika Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan bahwa Jepang akan melakukan intervensi militer jika Beijing berupaya merebut Taiwan dengan kekerasan. Pernyataan itu memicu kemarahan China dan berujung pada sejumlah langkah balasan, termasuk peringatan bagi wisatawan Tiongkok yang hendak berkunjung ke Jepang serta pembatasan perdagangan.
Penyitaan kapal nelayan ini bukan sekadar persoalan hukum perikanan, melainkan juga mencerminkan rivalitas geopolitik yang semakin tajam di kawasan Asia Timur. Laut menjadi arena sensitif di mana isu kedaulatan, keamanan, dan ekonomi saling bertemu.
Bagi Jepang, penegakan aturan di ZEE adalah bagian dari menjaga kedaulatan maritim. Bagi China, insiden ini bisa dipandang sebagai bentuk tekanan tambahan di tengah hubungan yang sudah renggang.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














