Pemerintah Terapkan One Way hingga Ganjil Genap Saat Mudik Lebaran 2026

0
Lebaran
Ilustrasi jalan tol pada malam hari.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Ritual tahunan pulang ke kampung halaman atau mudik Lebaran 2026 diprediksi akan kembali menjadi mobilisasi massa yang luar biasa. Guna memastikan jutaan mesin kendaraan tetap berputar lancar tanpa hambatan berarti di jalan tol, pemerintah resmi menetapkan skema “keroyokan” mulai dari one way, contraflow, hingga ganjil genap.

Langkah ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang diteken oleh Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Tujuannya satu: memastikan napas perjalanan pemudik tidak terengah-engah akibat kemacetan horor.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan bahwa pengaturan ini adalah instrumen penting demi keselamatan bersama.

“Adanya pengaturan ini bukanlah hal yang baru. Ini perlu dilakukan agar dapat mengurai kepadatan dan menciptakan kelancaran arus lalu lintas sehingga semua pemudik merasakan kenyamanan dan keamanan serta mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Aan dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Baca Juga :  Resep Kue Nastar Mangkuk: Perpaduan Rasa dan Estetika dalam Setiap Gigitan

Menembus Jalur “One Way

Salah satu poin krusial dalam mudik kali ini adalah pemberlakuan sistem satu arah (one way). Bagi para perantau yang hendak menuju Jawa Tengah dan sekitarnya, jalur dari Km 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga Km 421 Tol Semarang-Solo akan dibuat satu arah mulai 17 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026.

Konsekuensinya, Aan menjelaskan bahwa seluruh gerbang tol yang mengarah ke Jakarta akan ditutup total selama periode arus mudik tersebut. Sebaliknya, saat arus balik tiba (23-29 Maret 2026), gerbang tol arah Semarang-lah yang akan ditutup guna memprioritaskan arus kendaraan kembali ke Ibu Kota.

Baca Juga :  Masyarakat Sambut Baik Penutupan Empat Jalur di CFD Tegar Beriman, Aktivitas Semakin Nyaman dan Aman

“Sementara pada jalan Tol Cipali kendaraan dari jalan Tol Cisumdawu menuju arah Jakarta saat arus mudik ataupun menuju arah Semarang saat arus balik dapat keluar di gerbang Tol Cimalaka dan Cisumdawu Jaya,” jelas Aan mendetail.

Selain one way, skema contraflow akan menjadi katup penyelamat di titik-titik jenuh, seperti Tol Jakarta-Cikampek Km 47 hingga Km 70. Skema ini akan dilakukan secara dinamis mulai 17 Maret 2026.

Tak hanya itu, pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor (ganjil-genap) juga kembali diberlakukan untuk menekan volume kendaraan di ruas utama. Lokasinya meliputi Tol Karawang Barat Km 47 hingga Kalikangkung Km 414, serta Tol Tangerang-Merak Km 31 hingga Km 98.

Baca Juga :  Air Isi Ulang Kini Jadi Gaya Hidup Hemat, Banyak Konsumen Rumah Tangga Ikut Beralih

Namun, aturan ganjil-genap ini tidak kaku. Pemerintah memberikan pengecualian bagi kendaraan VVIP (Presiden/Wapres), menteri, ambulans, pemadam kebakaran, hingga angkutan umum berpelat kuning.

Dinamika di Lapangan

Pemerintah menyadari bahwa kondisi di aspal bisa berubah dalam hitungan menit. Oleh karena itu, diskresi kepolisian tetap menjadi kartu as jika terjadi lonjakan kendaraan di luar prediksi.

“Apabila terdapat perubahan arus lalu lintas secara tiba-tiba, pihak kepolisian dapat melaksanakan manajemen operasional sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan,” pungkas Aan.

Bagi pemudik, memahami jadwal ini bukan sekadar mengikuti aturan, melainkan kunci untuk merayakan Lebaran di kampung halaman tanpa harus habis tenaga di tengah kemacetan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com