NARASITODAY.COM, JAKARTA – Suara rintik hujan yang tak kunjung reda sejak Jumat (20/2/2026) dini hari WIB berubah menjadi alarm kewaspadaan bagi warga Ibu Kota. Hingga pagi ini, guyuran hujan intensitas tinggi telah memaksa tinggi muka air di sejumlah sungai utama melonjak, menempatkan Jakarta dalam posisi “dikepung” genangan dari hulu hingga ke pesisir.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per pukul 06.00 WIB, tercatat lima pos pantau masuk kategori Waspada (Siaga 3) dan satu pos pantau naik ke level Siaga (Siaga 2).
Laju Air dari Hulu ke Hilir
Kenaikan drastis terpantau di Bendung Katulampa, Bogor. Air mulai merangkak naik sejak pukul 01.00 WIB dan menyentuh angka 90 cm atau Siaga 3 pada pukul 05.00 WIB. Hingga pukul 06.00 WIB, grafik menunjukkan air masih terus bergerak naik di tengah kondisi cuaca yang masih dilaporkan hujan.
Situasi lebih kritis terjadi di Pos Angke Hulu. Air meluap cepat dari Siaga 3 pada pukul 02.30 WIB hingga menembus kategori Siaga 2 (270 cm) pada pukul 04.20 WIB. Selain dua titik tersebut, empat pos lainnya yang kini berstatus Siaga 3 meliputi:
- Pintu Air Karet: 520 cm (sejak pukul 02.00 WIB)
- Pos Pantau Krukut Hulu: 160 cm (sejak pukul 04.00 WIB)
- Pos Pesanggrahan: 200 cm (sejak pukul 03.00 WIB)
- Pasar Ikan-Laut: 192 cm (kondisi pasang laut)
Lalu Lintas Lumpuh dan Rute Bus Dialihkan
Dampak luapan sungai dan buruknya drainase mulai memakan korban di jalan raya. Di media sosial X dan Instagram, warganet melaporkan sejumlah ruas jalan utama tak lagi bisa dilalui kendaraan kecil. Di Jalan Joglo Raya, Jakarta Barat, air setinggi 30-40 cm merendam badan jalan, memaksa pengendara memperlambat laju atau mencari rute alternatif.
Kondisi serupa terjadi di Jakarta Selatan. Genangan sedalam 40-60 cm di depan Makam Jeruk Purut mengakibatkan operasional transportasi publik terganggu. PT Transportasi Jakarta terpaksa melakukan pengalihan rute besar-besaran pagi ini:
- Jak95 (Lebak Bulus-Pasar Minggu): Dialihkan akibat genangan di Jeruk Purut.
- Minitrans 5N (Ragunan-Kampung Melayu): Dialihkan karena air di sekitar Pasar Kambing.
- 1M (Meruya-Blok M) & 1C (Pesanggrahan-Blok M): Terkendala genangan di Swadarma Raya dan Jalan Bumi.
- 8E (Bintaro-Blok M): Operasional terkendala genangan di Jalan H. Gari.
Bagi warga Pulo Raya yang terendam 30-40 cm, pagi ini bukanlah waktu untuk bersantai. Upaya penyelamatan aset dan dokumen menjadi prioritas sebelum air kiriman dari hulu sampai ke permukiman mereka. BPBD DKI Jakarta mengimbau warga di bantaran sungai untuk terus memantau perkembangan cuaca dan tinggi muka air melalui kanal resmi.
Hujan yang masih awet mengguyur hingga pukul 08.00 WIB menandakan bahwa perjuangan Jakarta menghadapi banjir hari ini masih jauh dari kata usai.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














