Gempa M 7,1 Guncang Lepas Pantai Sabah, Warga Rasakan Getaran di Tengah Keheningan Malam

0
utara Chili
Ilustrasi Seismometer adalah alat pendeteksi gempa. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, KOTA KINABALU – Keheningan dini hari di Negeri di Bawah Bayu, Sabah, terusik oleh getaran hebat pada Senin (23/2/2026). Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 dilaporkan mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Kalimantan, memaksa sebagian warga yang tengah terlelap merasakan goyangan di dalam rumah mereka.

Berdasarkan laporan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), guncangan ini terjadi tepat pada pukul 00.57 waktu setempat. Pusat gempa atau episentrum terlacak berada kurang dari 100 kilometer di sebelah timur laut Kota Kinabalu. Meski kekuatannya tergolong besar, gempa ini merupakan “gempa dalam” yang terjadi pada kedalaman 619,8 kilometer di bawah permukaan laut.

Baca Juga :  Fenomena Sepinya Pusat Perbelanjaan Jelang Lebaran 2025: Daya Beli Masyarakat yang Menurun

Minim Risiko Kerusakan dan Tsunami

Kedalaman yang sangat signifikan ini menjadi faktor krusial yang meredam dampak destruktif di permukaan. USGS menilai kemungkinan adanya korban jiwa atau kerusakan bangunan berada pada tingkat yang rendah.

Senada dengan hal tersebut, Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat tidak mengeluarkan peringatan tsunami.

Baca Juga :  5 Diet Paling Direkomendasikan Ahli untuk Hidup Lebih Sehat dan Seimbang

“Kedalaman gempa yang sangat jauh di bawah permukaan laut membuat aktivitas tsunami tidak mungkin terjadi,” ujar pihak berwenang dalam keterangan resminya.

Perbedaan Data dan Pantauan Lanjut

Di sisi lain, Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) memberikan catatan teknis yang sedikit berbeda dengan menetapkan kekuatan gempa pada magnitudo 6,8. Namun, mereka mengonfirmasi bahwa energi gempa menyebar cukup luas.

Getaran dilaporkan terasa di sepanjang:

  • Pesisir barat Sabah.
  • Beberapa wilayah di negara bagian Sarawak.
Baca Juga :  Bersiap Menggebrak, Tim Bulutangkis Indonesia Mulai Perjuangan di Malaysia Open 2026

Hingga saat ini, penduduk di wilayah terdampak memang melaporkan adanya getaran yang dirasakan secara nyata, namun belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur yang berarti.

Pihak Departemen Meteorologi Malaysia menyatakan akan terus memantau situasi secara ketat untuk mengantisipasi potensi aktivitas seismik susulan. Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap informasi resmi dari otoritas setempat.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com