Viral Konsep Autofagi, Cara Alami Sel Tubuh “Bersih-bersih” Saat Puasa

0
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Ramadan selalu identik dengan ibadah dan refleksi diri. Namun, di balik menahan lapar dan haus, puasa juga menyimpan cerita menarik dari sisi kesehatan. Belakangan ini, istilah autofagi ramai diperbincangkan karena disebut sebagai proses alami tubuh untuk memperbarui sel-selnya selama puasa.

Autofagi sendiri merupakan kemampuan sel tubuh untuk “membersihkan diri” dengan cara mendaur ulang bagian sel yang rusak atau tidak lagi berfungsi. Proses ini pertama kali mendapat perhatian luas setelah diteliti oleh Yoshinori Ohsumi, ilmuwan asal Jepang yang kemudian meraih Nobel Kedokteran pada 2016 berkat temuannya.

Baca Juga :  5 Keunggulan Kolagen Cair untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh

Secara sederhana, autofagi bekerja layaknya sistem kebersihan otomatis. Saat tubuh tidak mendapat asupan makanan dalam jangka waktu tertentu, sel akan mencari sumber energi cadangan dengan menghancurkan protein rusak, bakteri, hingga sisa sel yang sudah tua. Dari sinilah tubuh mendapat energi sekaligus menjaga sel tetap sehat.

Lalu, apa hubungannya dengan puasa?
Para peneliti menyebutkan bahwa puasa menjadi salah satu pemicu utama aktifnya autofagi. Ketika tubuh berada dalam kondisi “istirahat makan” selama sekitar 12 hingga 24 jam, mekanisme ini mulai berjalan. Sel-sel tubuh pun lebih fokus memperbaiki diri dibanding mencerna makanan.

Baca Juga :  Kaya Nutrisi dan Penuh Manfaat, Ini Alasan Kacang Hijau Baik untuk Kesehatan Tubuh!

Menariknya, pola hidup seperti ini juga terlihat pada masyarakat di wilayah Blue Zones, daerah dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Di beberapa tempat, seperti Ikaria di Yunani, puasa religius dilakukan hingga ratusan hari dalam setahun. Kebiasaan tersebut diyakini berkontribusi pada rendahnya risiko penyakit degeneratif dan kondisi tubuh yang lebih bugar hingga usia lanjut.

Baca Juga :  Kenali Tanda Tubuh Saat Olahraga agar Jantung Tetap Aman

Meski begitu, para ahli tetap mengingatkan agar puasa dilakukan dengan cara yang seimbang. Memenuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka, serta memilih asupan makanan bergizi, menjadi kunci agar manfaat puasa bisa dirasakan secara optimal.

Dengan begitu, puasa bukan hanya menjadi sarana mendekatkan diri secara spiritual, tetapi juga momen bagi tubuh untuk beristirahat, memperbaiki diri, dan kembali lebih sehat. (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth