Benarkah Setan Dibelenggu Saat Ramadan? Ini Penjelasan Maknanya

0
Ilustrasi setan dibelenggu saat Ramadan. Foto: Getty Images/David Wall

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Setiap memasuki bulan Ramadan, umat Islam kerap mendengar ungkapan bahwa setan dibelenggu. Pernyataan ini bersumber dari hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa ketika Ramadan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.

Namun, tak sedikit yang kemudian bertanya-tanya. Jika setan benar-benar dibelenggu, mengapa kemaksiatan masih terjadi di bulan Ramadan?

Baca Juga :  HAMBA-HAMBA YANG INSPIRATIF PADA PUASA RAMADAN

Para ulama menjelaskan bahwa hadits tersebut perlu dipahami dengan tepat. Sebagian ulama memaknainya secara harfiah, yakni bahwa godaan setan memang dilemahkan sehingga pengaruhnya tidak sekuat di bulan-bulan lain. Karena itu, orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh akan lebih mudah menahan diri dari perbuatan buruk.

Pendapat lain memaknai hadits tersebut secara kiasan atau majasi. Dibukanya pintu surga berarti Allah SWT melapangkan jalan kebaikan dan melipatgandakan pahala amal saleh. Sementara dibelenggunya setan dimaknai sebagai terbatasnya ruang gerak godaan karena umat Islam lebih sibuk beribadah, menjaga hawa nafsu, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak zikir.

Baca Juga :  Satpol PP Kabupaten Bogor Intensifkan Operasi Penertiban THM Selama Ramadan

Para ulama juga menegaskan bahwa meskipun setan dibelenggu, bukan berarti maksiat akan hilang sepenuhnya. Sebab, perbuatan dosa tidak hanya bersumber dari setan, tetapi juga dari hawa nafsu, kebiasaan buruk, serta pengaruh sesama manusia.

Baca Juga :  5 Cara Efektif Mengembalikan Mood Pasca Lebaran

Dengan kata lain, Ramadan adalah momen di mana peluang berbuat baik dibuka selebar-lebarnya dan godaan dipersempit. Tinggal bagaimana manusia memanfaatkan suasana tersebut untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Wallahu a’lam.  (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikhikmah