UEA Perkenalkan Sistem Digital Tugas Siswa untuk Ramadan 2026

0
UEA
Ilustrasi Detail gedung pencakar langit di Abu Dhabi.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, DUBAIRamadan di Uni Emirat Arab (UEA) tahun ini membawa warna baru bagi dunia pendidikan. Bukan sekadar bulan ibadah, Kementerian Pendidikan UEA secara resmi mentransformasi sistem pengumpulan dan penilaian tugas siswa melalui sistem digital terpadu. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kesibukan akademik tetap berjalan beriringan dengan hangatnya waktu bersama keluarga.

Melalui program bertajuk ‘Ramadan with the Family’, pemerintah memperkenalkan sistem pembelajaran digital yang lebih transparan dan konsisten bagi seluruh jenjang, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga SMA di sekolah negeri.

Mendekatkan Keluarga Lewat Klik Digital

Inti dari kebijakan ini adalah penggunaan Learning Management System (LMS) yang kini menjadi pusat kendali tugas siswa. Di sini, guru tidak hanya mengunggah instruksi, tetapi juga membangun jembatan komunikasi yang lebih jelas dengan orang tua.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Selidiki Video Viral Peserta TKA Siaran Langsung saat Ujian

Setiap tugas kini memiliki label yang rapi, seperti ‘Week 1’ hingga ‘Week 3’, dengan panduan aktivitas yang terperinci. Para guru diminta memilih modul khusus ‘Ramadan with the Family 2026’ sebelum merilis penilaian. Uniknya, tugas dikategorikan sebagai handout dengan poin maksimal 10, yang dapat dikumpulkan dalam berbagai format mulai dari foto hingga video kreatif berukuran maksimal 50MB.

Kementerian Pendidikan menekankan bahwa standardisasi ini memiliki tujuan yang lebih dalam dari sekadar teknis.

“Sistem ini bertujuan membuat prosedur lebih jelas, memudahkan pemantauan prestasi akademik, dan memastikan penilaian lebih adil bagi semua siswa di setiap jenjang,” tulis pernyataan resmi yang dilansir dari Gulf News.

Sebagai bagian dari kampanye yang sama, UEA kembali menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setiap hari Jumat selama bulan suci. Kebijakan yang mulai berlaku sejak Rabu (18/2/2026) ini memungkinkan siswa untuk belajar dari rumah, memberi mereka kesempatan lebih luas untuk merasakan kekeluargaan di hari yang penuh berkah.

Baca Juga :  Bupati Bogor Jawab Kritik: “Motor Itu untuk Petugas Lapangan, Bukan Pejabat”

Meski siswa belajar dari rumah, sekolah tetap menjadi pusat kendali yang aktif. Guru dan staf tetap bertugas di sekolah untuk memastikan kualitas pengajaran tidak menurun. Namun, pengecualian tetap diberikan: siswa yang memiliki jadwal ujian tetap diwajibkan hadir secara fisik di sekolah.

Baca Juga :  Persiapkan Diri Lebih Baik, Kurangi 5 Kebiasaan yang Menghambat Ibadah Ramadan

Efisiensi dan Kenyamanan Ibadah

Kebijakan ini selaras dengan langkah Pemerintah Dubai yang juga memberlakukan jam kerja fleksibel dan sistem kerja jarak jauh bagi aparatur publik. Secara kolektif, UEA sedang membangun ekosistem yang mendukung kenyamanan beribadah tanpa mengorbankan produktivitas.

Kementerian Pendidikan meyakini bahwa proses digital standar ini tidak hanya menyederhanakan metode mengajar.

“Sistem ini juga mengurangi kesenjangan antar sekolah dan memperkuat peran keluarga dalam mendukung pembelajaran selama Ramadan,” tegas pihak Kementerian.

Dengan sistem ini, siswa tidak perlu lagi merasa terbebani oleh tumpukan kertas tugas manual, sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk merefleksikan nilai-nilai Ramadan di rumah masing-masing.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com