Uni Eropa Perketat Impor Minyak ARA China Terkontaminasi, Produsen Susu Formula Recall Massal

0
Eropa
Ilustrasi bendera Uni Eropa. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BRUSSELS – Ruang keluarga di berbagai penjuru Eropa mendadak diselimuti kecemasan. Puluhan bayi dilaporkan jatuh sakit dengan gejala mual dan muntah hebat setelah mengonsumsi susu formula yang seharusnya menjadi sumber nutrisi utama mereka. Investigasi bermuara pada satu titik yaitu kontaminasi racun cereulide pada minyak asam arakidonat (ARA) yang diimpor dari China.

Merespons krisis kesehatan ini, European Commission (Komisi Eropa) resmi memperketat pengawasan impor minyak ARA asal Negeri Tirai Bambu tersebut. Langkah drastis ini diambil setelah bahan tambahan pangan yang krusial bagi perkembangan otak dan penglihatan bayi itu terbukti menyusup ke rantai produksi merek-merek global.

Baca Juga :  CEO Google Peringatkan Tantangan Besar di Tahun 2025, Fokus pada Pengembangan AI

Keamanan Pangan Harga Mati

Dalam dokumen resmi yang dirilis Rabu (25/2/2026), otoritas tertinggi Eropa tersebut menegaskan bahwa minyak ARA asal China kini masuk dalam kategori risiko serius bagi kesehatan manusia. Tidak ada lagi toleransi; setiap pengiriman wajib disertai sertifikat hasil uji laboratorium yang bersih dari racun.

“Untuk menjamin keamanan pangan dan mencegah masuknya minyak asam arakidonat asal China yang tidak aman ke wilayah Uni Eropa, regulasi ini harus segera diberlakukan,” tulis Komisi Eropa dalam dokumen tersebut.

Skandal ini memaksa raksasa industri seperti Nestle dan Danone melakukan penarikan produk (recall) besar-besaran di pasar internasional. Selain kerugian finansial yang ditaksir mencapai jutaan dolar, kepercayaan orang tua terhadap keamanan rantai pasok global kini berada di titik nadir.

Baca Juga :  Bye Cicak! 5 Cara Mudah Hilangkan Hama Tanpa Racun Berbahaya

Pemasok China dalam Sorotan

Muara kontaminasi ini diduga berasal dari Cabio Biotech, perusahaan pemasok asal China yang kini telah diputus kontraknya oleh produsen susu formula dunia. Meski Cabio Biotech masih membisu, Pemerintah China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lin Jian, mencoba meredam gejolak internasional.

“Pemerintah China sangat memperhatikan keamanan pangan dan akan terus mengambil langkah tegas untuk melindungi hak serta kepentingan konsumen,” ujar Lin Jian saat dimintai keterangan terkait gelombang penarikan produk tersebut.

Baca Juga :  Iran Serang Tanker Minyak di Selat Hormuz, 4 Luka dan 20 Evakuasi

Dampak Luas bagi Industri

Minyak ARA sejatinya adalah komponen vital dalam formula bayi untuk meniru nutrisi Air Susu Ibu (ASI). Namun, kasus ini menjadi pengingat pahit betapa rapuhnya sistem keamanan pangan internasional saat berhadapan dengan bahan baku sensitif.

Langkah cepat Uni Eropa ini menandai babak baru kewaspadaan tinggi terhadap impor bahan pangan dari luar kawasan. Bagi para produsen, ini adalah sinyal untuk melakukan audit total terhadap vendor mereka; karena dalam industri makanan bayi, kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal bagi generasi masa depan.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber