NARASITODAY.COM, JAKARTA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan langkah nyata dalam mempercepat pembangunan kawasan baru Indonesia dengan menandatangani tiga Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama sejumlah investor di Balai Kota Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu kemarin.
Penandatanganan ini menjadi bagian dari upaya mendorong berbagai proyek investasi yang akan menghadirkan fasilitas penunjang bagi masyarakat sekitar kawasan Nusantara. Investor yang turut menandatangani PKS tersebut meliputi PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, dan PT Borneo Berkah Abadi.
Ketiga kerja sama ini mencakup pembangunan fasilitas komersial dan layanan publik, mulai dari pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga fasilitas olahraga yang tersebar di wilayah pengembangan 1A dan 1C. Semua proyek dirancang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni kawasan, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum yang tinggal di Nusantara.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan optimisme terhadap tren investasi di kawasan tersebut. Ia menyebutkan, hingga awal 2026, tercatat sebanyak 57 perusahaan telah berkomitmen berinvestasi dengan total nilai mencapai sekitar Rp 72 triliun.
“Saat ini, sampai dengan awal 2026 sudah ada komitmen dari 57 perusahaan dengan total investasi swasta murni sebesar Rp 72 triliun. Pembangunan IKN ini juga semakin meningkat dari aspek kepercayaan masyarakatnya termasuk dalam bidang usaha, apalagi dengan adanya Perpres No.79 serta kehadiran Bapak Presiden dan Wakil Presiden,” ujar Basuki dalam pernyataan resmi, dikutip Kamis (26/2/2026).
Selain itu, Otorita IKN memastikan kemudahan dalam proses perizinan dan pendampingan bagi para investor, agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Komitmen ini sekaligus menunjukkan kepercayaan dari pelaku usaha yang terlibat.
Suni Yuwono Kusbandi, salah satu investor dari PT Maxi Nusantara Raya, menyatakan bahwa kehadiran mereka di IKN bukan semata-mata mencari keuntungan. Ia menegaskan bahwa peran mereka adalah sebagai kontributor pembangunan kawasan.
“Kami diberi kesempatan untuk berinvestasi di sektor 1A dan memang lokasinya juga bagus. Kami berkomitmen bahwa ini IKN, kita harus jadi. Maka saya sudah tidak menghitung cuan lagi, Pak. Untung rugi nomor sekian, kita harus bikin ekosistemnya,” ujarnya.
Ke depan, pembangunan fasilitas komersial, sosial, dan infrastruktur pendukung lainnya akan terus didorong untuk menciptakan ekosistem kawasan perkotaan yang lengkap. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik Ibu Kota Nusantara sebagai pusat peradaban baru dan pusat kegiatan ekonomi Indonesia masa depan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














