Marquez Dukung Penalti Baru MotoGP 2026 Meski Kehilangan Kemenangan Sprint Thailand

0
MotoGP
Marc Marquez.Foto : crash.net

NARASITODAY.COM, BURIRAM – Drama penuh adrenalin menjadi tontonan utama pada seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand. Marc Marquez, sang juara dunia musim lalu, terpaksa harus merelakan kemenangan di sprint race pada Sabtu (28/1/2026) usai terlibat duel sengit dengan Pedro Acosta. Meski harus puas finis di posisi kedua akibat penalti, pembalap asal Spanyol itu justru menyambut baik sistem penalti baru yang diterapkan musim ini.

Insiden penentu terjadi di tikungan terakhir pada lap terakhir. Marquez yang saat itu memimpin balapan bertabrakan dengan Acosta yang hendak menyalip dari luar di Tikungan 12. Steward FIM menilai ada pelanggaran dari pembalap tim Gresini tersebut, menjatuhkan hukuman turun satu peringkat yang membuat kemenangan berpindah tangan ke Acosta.

Baca Juga :  Toronto FC Gagal Mengalahkan Inter Miami, Messi dan Timnya Berada di Ambang Rekor Poin

Namun, di balik kekecewaan kehilangan gelar sprint race, Marquez menunjukkan sikap profesionalisme tinggi. Ia menolak berpolemik soal keputusan pengadilan balapan dan menegaskan bahwa ini adalah bagian dari evolusi olahraga ini.

“Ini era baru di MotoGP. Mereka menginginkannya seperti ini, jadi kita perlu beradaptasi. Para pembalap tidak punya hak untuk berkomentar. Kita harus mengikuti aturan,” katanya dilansir dari Crash.

Baca Juga :  MotoGP Austria 2025 Digelar Akhir Pekan Ini, Marc Marquez Bidik Kemenangan Perdana

Kritik Pedas soal Waktu Tunggu

Meski menerima nasib, juara dunia tujuh kali berusia 33 tahun ini tidak segan menyampaikan catatan kritis. Fokus keberatannya bukan pada hukumannya, melainkan pada waktu yang dibutuhkan pihak operator balapan untuk memberitahukan sanksi tersebut. Ia berharap keputusan diambil lebih cepat agar pembalap punya kesempatan untuk memperbaiki posisi di lintasan, bukan justru diberitahu di saat-saat genting.

Baca Juga :  Serangan Udara Thailand Terhadap Wilayah Sengketa Kamboja Picu Eskalasi Konflik

“Menurut saya, pesan itu datang terlambat, baru di tikungan terakhir. Jika mereka ingin menerapkan sistem ini, bersikaplah lebih ketat, memberikan penalti sejak keluar dari Tikungan 3,” katanya.

Duel ketat antara pengalaman Marquez dan keganasan Acosta tersebut memang menjadi sorotan. Marquez sebelumnya terlihat dominan memimpin balapan di lap terakhir, sebelum akhirnya terhenti oleh kombinasi aksi salip-menyalip dan hukuman penalti yang menurunkannya satu tangga podium.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com