Langit Timur Tengah “Terkunci”, Ribuan Penerbangan Global Kandas Akibat Konflik Iran

0
konflik
Ilustrasi Pemandangan udara di atas pinggiran kota Abu Dhabi.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Dentuman konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) serta Israel dengan Iran pada Sabtu (28/2/2026) tidak hanya memecahkan kesunyian di Teheran dan Tel Aviv, melainkan juga melumpuhkan urat nadi transportasi udara global.

Dalam sekejap, rute-rute penerbangan vital menuju Timur Tengah menjadi jurang ketidakpastian, memaksa ribuan pesawat tetap menapak di darat dan meninggalkan penumpang terdampak di berbagai belahan dunia.

Dampak langsung dari serangan tersebut yang dibalas Teheran dengan menargetkan pangkalan militer Washington di sejumlah negara terasa sangat parah pada sektor penerbangan. Mengutip AFP, Minggu (1/3/2026), data dari perusahaan analisis penerbangan Cirium memperlihatkan skala kelumpuhan yang terjadi.

Sekitar 966 penerbangan atau 22,9% dari total 4.218 jadwal kedatangan di negara-negara Timur Tengah pada Sabtu terpaksa dibatalkan. Angka keterguncangan itu melonjak menjadi lebih dari 1.800 jika mencakup penerbangan keberangkatan.

Baca Juga :  Hindari Topik Sensitif: 5 Tips Supaya Obrolan Lebaran Selalu Ceria

Hingga Minggu, kebuntuan belum menunjukkan tanda reda. Sebanyak 716 penerbangan dari 4.329 jadwal yang dijadwalkan kembali harus dibatalkan. Kondisi ini diperparah oleh kebijakan penutupan wilayah udara demi alasan keamanan di sejumlah negara, termasuk Iran, Irak, Israel, Suriah, Kuwait, Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Sementara itu, situs pelacakan penerbangan FlightAware melaporkan efek domino yang mengglobal. Lebih dari 19.000 penerbangan dilaporkan tertunda di seluruh dunia, dengan lebih dari 2.600 penerbangan lainnya dibatalkan pada pukul 02.30 waktu setempat.

Baca Juga :  Hari Kartini 2025, Semua Penumpang Perempuan Nikmati Layanan Transportasi Gratis di Jakarta

Deretan Panjang Maskapai Terguncang

Badai ketersendatan ini menimpa berbagai maskapai dari berbagai benua, mulai dari raksasa penerbangan hingga carrier regional. Berikut adalah rangkuman 21 maskapai yang terdampak langsung akibat langit yang bergejolak:

No Maskapai Pembatalan/Tangguhan
1 Emirates 38% penerbangan
2 Etihad 30% penerbangan
3 Qatar Airways Semua dari Doha, 41% total
4 Syria Air Semua hingga pemberitahuan lanjut
5 Delta Air Lines New York-Tel Aviv hingga Minggu
6 American Airlines Doha-Philadelphia sementara
7 Rosaviatsia Rusia Semua ke Israel & Iran
8 Air India Semua tujuan Timur Tengah
9 Pakistan Int’l Airlines UEA, Bahrain, Doha, Kuwait
10 Ariana Afghan Airlines Kabul-Dubai & Kabul-Jeddah
11 Biman Bangladesh Semua ke Timur Tengah
12 Turkish Airlines 10 negara hingga 2 Maret
13 Air France Dubai, Riyadh, Beirut, Tel Aviv
14 British Airways Tel Aviv & Bahrain hingga 4 Maret
15 Swiss Int’l Air Lines Tel Aviv hingga 7 Maret, Dubai Minggu
16 Lufthansa Tel Aviv, Beirut dll hingga 7 Maret
17 Air Algerie Amman, Dubai, Doha Sabtu
18 Finnair Dubai & Doha hingga 6 Maret
19 Norwegian Dubai hingga 4 Maret
20 Wizz Air Hungaria Israel, Dubai dll hingga 7 Maret
21 Garuda Indonesia Doha hingga pemberitahuan lanjut
Baca Juga :  Strategi Bahlil Amankan Pasokan LPG, Alihkan Impor ke AS dan Australia di Tengah Gejolak Timur Tengah

Hub Timur Tengah yang vital bagi rute Eropa-Asia kini rerute via Kairo atau Riyadh, tingkatkan biaya bahan bakar dan waktu terbang bagi penumpang dari Jakarta ke Eropa.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com