NARASITODAY.COM, JAKARTA – Ramadan selalu identik dengan beragam sajian khas saat berbuka puasa. Mulai dari air nabeez berbahan dasar kurma hingga timun suri yang menyegarkan. Selain menggugah selera, menu-menu ini juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Namun, bagaimana penjelasan medisnya?
Air Nabeez dan Kandungan Kurma
Air nabeez pada dasarnya adalah air rendaman kurma. Kurma dikenal sebagai sumber energi cepat karena mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa. Kandungan ini membantu mengembalikan kadar gula darah yang menurun setelah seharian berpuasa.
Selain itu, kurma juga mengandung mineral seperti kalium dan natrium yang berperan dalam menjaga keseimbangan elektrolit tubuh. Saat puasa, tubuh rentan kehilangan cairan dan elektrolit, sehingga konsumsi kurma atau air nabeez dapat membantu proses rehidrasi.
Meski demikian, klaim bahwa air nabeez secara spesifik dapat mengatasi asam lambung belum memiliki bukti ilmiah yang kuat. Secara umum, manfaat utamanya lebih pada membantu hidrasi dan mengembalikan energi.
Timun Suri dan Blewah
Timun suri dan blewah menjadi buah favorit saat Ramadan karena rasanya manis dan kandungan airnya tinggi. Buah-buahan ini mengandung vitamin, mineral, serta cairan yang membantu tubuh kembali terhidrasi setelah berpuasa.
Kandungan air yang tinggi membuat timun suri efektif membantu mengganti cairan tubuh. Namun, terkait klaim bahwa buah ini mampu meredakan asam lambung secara khusus, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang benar-benar mendukung anggapan tersebut.
Artinya, manfaatnya lebih kepada hidrasi dan asupan mikronutrien, bukan sebagai terapi medis spesifik.
Air Kelapa dan Batu Ginjal
Air kelapa juga menjadi pilihan populer untuk berbuka karena rasanya segar dan mengandung elektrolit alami seperti kalium. Minuman ini dapat membantu mengganti cairan tubuh dengan cepat.
Dalam konteks batu ginjal, air kelapa memiliki efek diuretik ringan, yakni membantu meningkatkan produksi urine. Dengan produksi urine yang lebih banyak, risiko penumpukan kristal dalam saluran kemih bisa berkurang karena terdorong keluar bersama urine.
Meski begitu, air kelapa bukanlah “obat ajaib”. Pencegahan batu ginjal tetap bergantung pada pola makan, asupan cairan yang cukup, serta pembatasan makanan pemicu pembentukan kristal seperti kalsium berlebih atau asam urat.
Tetap Bijak Mengonsumsi
Secara umum, air nabeez, timun suri, dan air kelapa memang bermanfaat untuk membantu rehidrasi dan mengembalikan energi saat berbuka puasa. Namun, penting untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsinya, terutama jika ditambahkan gula berlebih.
Menu khas Ramadan ini bisa menjadi bagian dari pola makan sehat selama puasa, asalkan tetap seimbang dan tidak menggantikan kebutuhan nutrisi utama dari makanan pokok dan lauk bergizi. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














