Gunung Marapi Erupsi Dini Hari, Warga Diminta Waspada Ancaman Abu dan Lahar

0
Gunung Marapi
Erupsi Gunung Marapi. Foto: BKSDA Sumbar

NARASITODAY.COM, BUKITTINGGI – Di saat sebagian besar penduduk Sumatera Barat masih terlelap dalam dinginnya dini hari, Gunung Marapi kembali menunjukkan napas vulkaniknya. Selasa (3/3/2026) pukul 02.19 WIB, seismogram mencatat getaran tajam yang menandakan terjadinya erupsi pada gunung api paling aktif di pulau Sumatera tersebut.

Meski pekatnya malam membuat tinggi kolom abu tidak teramati secara visual, dentuman halus di perut bumi terekam jelas dengan amplitudo maksimum 30,2 mm selama 1 menit 25 detik. Aktivitas ini menjadi pengingat bagi warga di sekitar lereng bahwa gunung setinggi 2.891 mdpl ini masih berada pada Status Level II (Waspada).

Zona Merah 3 Kilometer

Baca Juga :  5 Spot Wisata Chongqing yang Masih Alami dan Belum Ramai Pengunjung

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bergerak cepat dengan mengeluarkan serangkaian instruksi keselamatan. Mengingat karakter Marapi yang seringkali melontarkan material secara tiba-tiba, masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak meremehkan situasi.

Berikut adalah rekomendasi resmi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi:

  1. Masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
  2. Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/bantaran/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi/ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hu
  3. Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).Waspada Lahar Dingin dan Hoaks
Baca Juga :  Anggota DPRD Jabar Samsul Hidayat Pantau Dampak Bencana di Desa Cileuksa, Sukajaya yang Kian Memprihatinkan

Selain ancaman erupsi langsung, Badan Geologi juga menyoroti risiko banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama mengingat cuaca yang sulit diprediksi. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun tidak lengah, serta menjaga kesehatan pernapasan jika terjadi hujan abu.

Selain faktor alam, otoritas juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan psikologis warga di tengah situasi “Waspada” ini. Poin-poin tambahan dari Badan Geologi meliputi:

  • Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
  • Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.
Baca Juga :  Pj. Sekda Kabupaten Bogor Tinjau Lokasi Bencana Puting Beliung di Desa Cimayang

Pihak berwenang mengimbau warga untuk terus memantau informasi terkini melalui portal resmi seperti Magma Indonesia atau mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi. Sejauh ini, koordinasi lintas sektoral di Sumatera Barat terus ditingkatkan untuk mengantisipasi eskalasi aktivitas yang mungkin terjadi sewaktu-waktu.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com