NARASITODAY.COM, JAKARTA – Membuka pintu harapan yang lebih lebar bagi generasi emas dari keluarga prasejahtera, Kementerian Sosial (Kemensos) kini tengah bersiap menjangkau gelombang baru siswa Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026. Dengan ambisi membesarkan angkatan ini, pemerintah menargetkan sekitar 30 ribu siswa baru akan bergabung, sehingga total populasi siswa diproyeksikan menyentuh angka 46 ribu pada akhir tahun ini jika digabungkan dengan hampir 16 ribu siswa angkatan 2025.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa integritas penerimaan siswa baru menjadi prioritas utama. Untuk itu, Kemensos telah menggelar pelatihan khusus bagi pendamping sosial, khususnya pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang terlibat langsung dalam proses penjangkauan calon siswa.
Gus Ipul memberikan peringatan tegas terkait proses seleksi yang harus bersih dan transparan.
“Tidak boleh ada titipan, kongkalikong, dan tidak boleh ada bayar-membayar. Karena yang bisa sekolah di sini adalah keluarga yang berada di desil 1 atau 2 (DTSEN) setelah melalui proses asesmen,” tegas Gus Ipul dalam siaran pers, dikutip Selasa (3/3/2026).
Mekanismenya, hasil asesmen tersebut akan diajukan oleh kepala daerah kepada Kemensos untuk selanjutnya diverifikasi dan divalidasi sebelum ditetapkan secara resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat.
Di sisi infrastruktur, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat saat ini tengah berlangsung di 104 titik di berbagai daerah. Menurut Gus Ipul, setiap sekolah dirancang kapasitasnya untuk menampung hingga 1.000 siswa yang meliputi jenjang SD, SMP, dan SMA.
Proses seleksi kelayakan lahan sendiri dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan status lahan tidak bermasalah, sementara Kemensos mendampingi pemerintah daerah dalam pemenuhan persyaratan administrasi.
Antusiasme daerah terhadap program ini terus meningkat. Di luar 104 titik yang sedang dibangun, sekitar 100 kabupaten dan kota telah mengajukan permohonan pembangunan dan menunggu tahap selanjutnya.
Selama tujuh bulan operasional, Sekolah Rakyat mencatatkan sejumlah prestasi akademik dan nonakademik yang membanggakan. Hal ini menjadi modal penting bagi pengembangan program ke depan.
“Ini cukup menggembirakan dan saya berharap kepala sekolah dan tenaga kependidikan bisa mempertahankan capaian yang sudah kita dapat dan harus kita lakukan peningkatan lebih banyak lagi,” ujar Gus Ipul.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














