Kapal Selam AS Tenggelamkan Fregat Iran IRIS Dena di Samudra Hindia

0
Iran
Ilustrasi kapal selam.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, GALLE – Perairan internasional di selatan Sri Lanka yang biasanya tenang menjadi saksi bisu kembalinya supremasi bawah laut Amerika Serikat. Dalam sebuah serangan yang mengejutkan dunia militer, sebuah kapal selam AS berhasil menenggelamkan kapal perang Iran, IRIS Dena, menggunakan torpedo pada Rabu (4/3/2026).

Insiden ini bukan sekadar pertempuran laut biasa. Washington menyebutnya sebagai tonggak sejarah baru dalam operasi tempur bawah laut mereka yang belum pernah terjadi selama lebih dari delapan dekade.

Rekor Pasca Perang Dunia II

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam konferensi pers resminya mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut. Ia menggambarkan bagaimana kapal perang Iran tersebut tak berdaya menghadapi serangan dari kedalaman.

“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo,” ujar Hegseth, sebagaimana dikutip dari AFP.

Baca Juga :  China Percepat Modernisasi Militer Laut, Armada Terbesar Dunia Siap Dominasi Pasifik

Hegseth menyebut serangan presisi tersebut sebagai “kematian senyap”. Sementara itu, perwira tinggi AS Jenderal Dan Caine menegaskan signifikansi sejarah dari peristiwa ini. Menurut Caine, ini adalah kapal selam AS pertama yang menenggelamkan kapal musuh sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Melumpuhkan Kekuatan Laut Teheran

Penenggelaman IRIS Dena merupakan bagian dari strategi besar Pentagon dalam konflik AS-Israel melawan Iran yang meletus sejak Sabtu (28/2/2026). Fokus utama operasi militer ini adalah melenyapkan seluruh kekuatan angkatan laut Teheran.

Jenderal Caine menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menghancurkan lebih dari 20 kapal angkatan laut Iran. Langkah ini diklaim telah “secara efektif menetralisir, pada saat ini, kehadiran angkatan laut utama Iran di wilayah tersebut.”

Baca Juga :  China Tembakkan Peluru Peringatan ke Kapal Perang Jepang, Ketegangan Maritim Meningkat

Tragedi di Tengah Perjalanan Pulang

Bagi kru IRIS Dena, maut datang saat mereka tengah dalam perjalanan pulang usai menghadiri agenda diplomatik militer, International Fleet Review 2026, di India. Kapal fregat tersebut diketahui membawa sekitar 180 awak kapal sebelum hantaman torpedo mengirimnya ke dasar laut, sekitar 75 km dari kota Galle, Sri Lanka.

Angkatan Laut Sri Lanka yang merespons panggilan darurat melaporkan pemandangan memilukan di lokasi kejadian. Sebanyak 87 jenazah telah ditemukan, sementara 32 pelaut berhasil diselamatkan dari ombak Samudra Hindia.

Juru bicara angkatan laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menegaskan bahwa keterlibatan mereka murni demi misi kemanusiaan.

Baca Juga :  Buat Karipap Pastel yang Menggugah Selera: Resep Camilan Takjil untuk Ramadan

“Kami menanggapi panggilan darurat tersebut sesuai dengan kewajiban internasional kami, karena insiden ini berada di dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia,” kata Sampath kepada AFP.

Eskalasi Tanpa Batas

Karamnya IRIS Dena menambah panjang daftar kerugian Iran setelah serangan udara AS-Israel sebelumnya menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Teheran terus menghujani aset-aset terkait AS di Teluk dengan drone dan rudal.

Kini, Samudra Hindia yang jauh dari zona konflik utama di Timur Tengah pun tak lagi steril dari bara perang. Serangan “kematian senyap” dari bawah laut ini menjadi sinyal bahwa pertempuran telah meluas jauh hingga ke jalur-jalur pelayaran internasional.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com