WHO Peringatkan Risiko Kesehatan Hujan Hitam di Iran Pasca Serangan Kilang Minyak

0
WHO
Logo kesehatan dunia World Health Organization (WHO). Foto : logos-world.net

NARASITODAY.COM, JENEWA – Langit di atas Iran tak lagi menurunkan air yang jernih. Menyusul serangan udara yang menghantam berbagai fasilitas minyak dan infrastruktur energi, fenomena mengerikan bernama “hujan hitam” mulai membasahi bumi, membawa ancaman kesehatan serius yang kini menjadi sorotan dunia.

World Health Organization (WHO) secara resmi memperingatkan bahwa residu minyak yang jatuh bersama air hujan tersebut berpotensi memicu gangguan pernapasan akut bagi jutaan warga.

Jelaga yang Jatuh dari Langit

Fenomena ini merupakan dampak langsung dari kebakaran hebat di kilang-kilang minyak setelah eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Asap hitam pekat yang menyelimuti Tehran sejak Senin lalu akhirnya meluruh ke daratan dalam bentuk butiran air yang terkontaminasi minyak.

Baca Juga :  Liburan Sejuk dan Nyaman, 5 Keuntungan Berwisata di Musim Hujan

Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, mengonfirmasi dalam konferensi pers di Jenewa pada Selasa (10/3/2026) bahwa laporan mengenai hujan berminyak ini telah masuk ke meja mereka.

Hujan hitam dan hujan asam yang menyertainya memang berbahaya bagi populasi, terutama terkait masalah pernapasan,” tegas Lindmeier di hadapan para jurnalis.

Ancaman di Setiap Helaan Napas

Bagi warga Tehran, udara kini terasa berat. Partikel minyak yang beterbangan tidak hanya merusak kualitas udara, tetapi juga menjadi “peluru tak kasat mata” bagi paru-paru. WHO menyoroti risiko iritasi saluran napas, batuk kronis, hingga ancaman fatal bagi penderita penyakit asma dan paru-paru yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga :  Serpihan Rudal dan Sistem Pencegat Israel Jatuh di Situs Keagamaan Kota Tua Yerusalem

Sebagai langkah darurat, WHO mendukung penuh instruksi pemerintah Iran yang meminta warga untuk mengunci diri di dalam rumah. Lindmeier menyebut langkah isolasi mandiri ini sebagai tindakan pencegahan yang sangat krusial.

“Dengan risiko yang ada saat ini mulai dari fasilitas penyimpanan minyak hingga kilang yang terkena serangan dan memicu kebakaran serta kekhawatiran serius terhadap kualitas udara—itu jelas merupakan langkah yang baik,” tambahnya.

Baca Juga :  Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Hingga Pagi Ini

Bukti Nyata di Lapangan

Ketegangan dan dampak lingkungan ini bukan sekadar data di atas kertas. Sebuah video dari staf WHO di Tehran memperlihatkan realitas yang kelam: seorang petugas kebersihan tampak kewalahan menyeka cairan hitam pekat yang menggenangi pintu masuk kantor mereka pada 8 Maret lalu.

Saat ini, WHO terus berkoordinasi dengan otoritas kesehatan Iran untuk memantau sejauh mana polusi ini akan berdampak pada krisis kesehatan masyarakat di tengah kecamuk konflik yang belum mereda.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber