
NARASITODAY.COM, TANGERANG – Isak tangis haru dan raut lega mewarnai Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa sore. Di tengah eskalasi konflik yang membara di Timur Tengah, sebanyak 22 Warga Negara Indonesia (WNI) akhirnya berhasil menginjakkan kaki kembali di bumi pertiwi.
Kedatangan mereka merupakan bagian dari gelombang pertama repatriasi darurat yang difasilitasi pemerintah menyusul situasi keamanan di Iran yang kian tak menentu.
Disambut Hangat di Gerbang Pulang
Menteri Luar Negeri Sugiono hadir langsung untuk menyambut para penyintas konflik ini. Baginya, kepulangan ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan misi kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa anak bangsa.
“Alhamdulillah pada sore hari ini kita menerima kedatangan saudara-saudara kita yang kembali dari Teheran yang tergabung dalam gelombang pertama proses repatriasi warga negara Indonesia. Sore ini ada 22 saudara-saudara kita yang kembali,” ujar Sugiono kepada awak media, Rabu (11/3/2026).
Momen ini terasa kian emosional karena terjadi di tengah suasana bulan suci Ramadan. Sugiono pun memberikan ucapan selamat datang yang hangat, menekankan bahwa kini mereka bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang bersama keluarga besar di rumah.
Proses evakuasi ini bukanlah perkara mudah. Untuk mencapai Jakarta, para WNI harus menempuh perjalanan yang melelahkan dan penuh risiko. Mereka terlebih dahulu menempuh jalur darat dari Teheran, Iran, menuju Baku, Azerbaijan.
Selama kurang lebih 10 jam, bus yang membawa mereka membelah jalur darat demi menghindari ruang udara yang rawan serangan rudal. Setelah mencapai Baku, barulah mereka melanjutkan perjalanan dengan pesawat komersial menuju Jakarta.
Pemerintah menegaskan bahwa setiap langkah evakuasi telah diperhitungkan secara matang, mulai dari ketersediaan logistik hingga jalur-jalur evakuasi alternatif yang paling aman.
Gelombang Repatriasi Terus Berlanjut
Repatriasi tahap awal ini direncanakan akan mencakup total 32 orang, dengan 10 WNI lainnya dijadwalkan mendarat menyusul dalam waktu dekat. Namun, jumlah ini diprediksi akan terus bertambah.
Data Kementerian Luar Negeri menunjukkan bahwa keinginan untuk pulang kian meningkat seiring memanasnya suhu politik di kawasan tersebut. Saat ini, setidaknya 36 WNI telah mendaftarkan diri secara resmi untuk mengikuti gelombang kedua pemulangan.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan terus memantau perkembangan situasi di Iran melalui koordinasi intensif dengan perwakilan RI di luar negeri. Pemerintah berkomitmen memastikan setiap warga negara yang merasa terancam keselamatannya akan difasilitasi untuk pulang ke Tanah Air.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













