Viral Turis Asing Sebut Bali ‘Neraka Dunia’, Dispar Badung Beri Tanggapan

0
Turis yang video nya viral. Foto: dok detiktravel

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Seorang wisatawan mancanegara yang diduga berasal dari France menjadi sorotan setelah videonya yang berisi kritik keras terhadap Bali viral di media sosial. Video tersebut memicu berbagai reaksi, termasuk dari pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Badung.

Dalam video yang beredar, perempuan tersebut bahkan menyarankan wisatawan lain agar tidak datang ke Bali. Ia menyebut pulau tersebut sebagai tempat yang sangat tidak menyenangkan untuk dikunjungi.

Dalam rekaman itu, ia mengeluhkan sejumlah hal yang menurutnya mengganggu kenyamanan selama berada di Bali. Salah satu yang disorot adalah kondisi infrastruktur jalan yang dinilai buruk dan menyulitkan mobilitas wisatawan.

Selain itu, perempuan yang identitasnya belum diketahui tersebut juga mengaku hampir menjadi korban penipuan saat menukar uang di tempat penukaran valuta asing atau money changer. Ia menyebut pengalaman buruk tersebut terjadi lebih dari satu kali.

Baca Juga :  Arab Saudi Pangkas Premi Gaji Tinggi untuk Talenta Asing di Tengah Rasionalisasi Proyek Ambisius

Ia juga menyinggung perilaku beberapa oknum yang dianggap tidak jujur, meskipun Bali dikenal sebagai destinasi dengan nilai spiritualitas dan konsep karma. Menurutnya, pengalaman pribadi yang ia alami justru bertolak belakang dengan citra tersebut.

Tak hanya itu, kritiknya juga menyasar soal kuliner. Ia merasa pilihan makanan di Bali kurang bervariasi karena sering menemukan menu yang menurutnya hanya didominasi ayam dan nasi.

Kondisi penginapan yang ia tempati juga menjadi bahan keluhan. Ia menyoroti fasilitas dasar seperti koneksi internet yang tidak tersedia serta perlengkapan kamar mandi yang dinilai kurang memadai, meskipun ia mengakui desain kamar hotelnya cukup bagus.

Baca Juga :  Mendagri Minta Pemkot Denpasar Intensif Sosialisasikan Pembebasan BPHTB dan PBG bagi MBR

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Nyoman Rudiarta, menyatakan bahwa kritik dari wisatawan maupun influencer sebaiknya dijadikan bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, di era kebebasan media sosial seperti sekarang, pemerintah perlu terus melakukan perbaikan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing demi meningkatkan kualitas pariwisata.

Ia juga berharap berbagai pihak dapat turut memberikan pandangan positif mengenai kondisi pariwisata Bali, khususnya di wilayah Badung, guna menjaga citra destinasi wisata tersebut.

Pemerintah Kabupaten Badung sendiri saat ini tengah melakukan sejumlah upaya perbaikan secara bertahap. Langkah tersebut meliputi peningkatan infrastruktur jalan, penanganan sampah, pengaturan lalu lintas, hingga peningkatan keamanan melalui kerja sama dengan pihak kepolisian.

Baca Juga :  Lestarikan Budaya, Dispora Bogor Gaungkan Permainan Tradisional Kepada Masyarakat di Kabogorfest 2025

Rudiarta menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi wilayah Badung, karena sekitar 60 persen masyarakat menggantungkan mata pencaharian dari industri tersebut. Oleh karena itu, berbagai kebijakan strategis juga telah disiapkan pemerintah untuk mengatasi persoalan kemacetan maupun banjir yang selama ini menjadi keluhan.

Ia pun mengajak seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan pariwisata, untuk bersama-sama melakukan pembenahan. Menurutnya, kesadaran bersama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi kunci agar sektor pariwisata Bali tetap berkembang. (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : detiktravel