Keenam Awak Pesawat Militer AS yang Jatuh di Irak Barat Dinyatakan Tewas

0
pesawat
Ilustrasi Pesawat Perang.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, AL-ANBAR – Langit di atas gurun barat Irak yang gersang menjadi saksi bisu jatuhnya pesawat pengisi bahan bakar militer Amerika Serikat (AS), KC-135, pada Kamis (12/3/2026). Komando Pusat AS (CENTCOM) secara resmi mengonfirmasi bahwa keenam awak pesawat tersebut dinyatakan tewas dalam insiden yang mengguncang stabilitas operasi udara di kawasan tersebut.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang kerugian aset udara AS sejak eskalasi konflik di Timur Tengah memuncak dalam dua pekan terakhir.

Misteri di Balik Tabrakan

Gurun barat Irak, sebuah hamparan luas dataran berbatu yang sunyi, kini berubah menjadi medan yang berbahaya. Meski wilayah ini dikenal sebagai basis milisi yang bersekutu dengan Iran, militer AS menegaskan bahwa jatuhnya pesawat raksasa pengangkut bahan bakar ini bukan disebabkan oleh serangan lawan.

Baca Juga :  PM Jepang Sanae Takaichi Bubarkan Parlemen, Pemilu Cepat Digelar 8 Februari

Mengutip laporan The Guardian, insiden tersebut melibatkan pesawat lain di udara, namun dipastikan “bukan akibat tembakan musuh atau tembakan kawan.”

Pihak CENTCOM menjelaskan bahwa sesaat setelah kecelakaan, upaya penyelamatan besar-besaran langsung dilakukan di lokasi jatuhnya pesawat. Berbeda dengan nasib malang KC-135, pesawat kedua yang terlibat dalam insiden tersebut dilaporkan berhasil mendarat dengan selamat.

Baca Juga :  Evakuasi Jenazah Pemuda Korban Kecelakaan Pohon dan Kabel Listrik di Bogor

Ketegangan di Wilayah Abu-abu

Insiden ini terjadi di tengah situasi keamanan yang sangat rapuh. Sejak serangan gabungan AS-Israel dimulai hampir dua minggu lalu, wilayah ini kerap menjadi sasaran serangan udara. Lokasi jatuhnya pesawat merupakan zona sensitif tempat pasukan koalisi internasional anti-jihadis ditempatkan, yang sering kali menjadi target gangguan dari faksi-faksi pro-Iran.

Tragedi KC-135 ini tercatat sebagai kehilangan pesawat AS keempat sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebelumnya, tiga jet tempur Angkatan Udara AS jatuh di Kuwait akibat kesalahan identifikasi oleh pertahanan udara setempat, meskipun seluruh pilot dalam insiden tersebut berhasil selamat.

Baca Juga :  Korea Utara Kecam AS, Sebut Tindakan "Tak Tahu Malu" dan Merusak PBB

Duka di Tengah Kecamuk Perang

Kehilangan enam nyawa awak pesawat ini menjadi pukulan telak bagi militer AS di tengah upaya mereka mengamankan jalur logistik udara. KC-135 adalah “jantung” bagi operasi jarak jauh, yang bertugas memberikan napas bagi jet-jet tempur di angkasa melalui pengisian bahan bakar di udara.

Kini, puing-puing pesawat yang tersebar di dataran berbatu Irak menjadi pengingat pahit tentang risiko tinggi yang dihadapi para awak di tengah berkecamuknya perang Timur Tengah yang kian tak menentu.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com